Selasa, 22/05/2012 14:21 WIB

Intelijen

Home Warta Rencana Kerjasama Rusia-NATO 2012, Rudal Pertahanan Eropa, dan Ancaman "Perang Teluk III"
Rencana Kerjasama Rusia-NATO 2012, Rudal Pertahanan Eropa, dan Ancaman "Perang Teluk III"
Kamis, 19 Januari 2012 18:39

Foto: Itar-Tass/Screenshot Russia-24Foto: Itar-Tass/Screenshot Russia-24

INTELIJEN.co.id - Rusia dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara  (NATO), telah menyetujui rencana kerjasama untuk 2012.

Selama 2011, menurut Kepala Staf Umum Angkatan Darat Rusia, Jenderal Nikolai Makarov, Rabu, 18 Januari 2012, seperti dilaporkan Itar-Tass, telah terlaksana berbagai kerjasama yang berguna antara Rusia dan NATO.

Disebutkan peristiwa yang paling penting dalam program pelatihan tempur bersama, seperti, "Vigilant Skies" dan "Bold Monarch".

Juga kontak antara petugas medis militer, spesialis dalam bidang logistik, pembuangan alat peledak buatan sendiri, dan pelatihan personil militer.

Selain itu, ada kerjasama dalam memerangi pembajakan di Horn Africa yang bergerak ke tingkat yang baru. Serta kerjasama Rusia dan NATO di Afghanistan".

"Secara keseluruhan, kami menilai hasil interaksi militer antara Rusia dan NATO pada 2011 positif. Rencana kerjasama militer untuk 2012 telah disetujui," katanya.

Meski telah menyatakan adanya persetujuan, tapi belum ada penjelasan rinci mengenai bentuk-bentuk kerjasama di tahun 2012 tersebut.

Hubungan Rusia dan NATO/AS belakangan ini memburuk. Rencana penguatan pertahanan NATO di Eropa dengan penyebaran sistem rudal pertahanannya di Eropa yang berbatasan dengan Rusia, masih menuai kontroversi.

Pihak Rusia tidak tinggal diam. Negara eks Uni Soviet ini menanggapi dengan langkah pertahanan serupa, mengaktifkan stasiun rudal pertahanannya di bagian selatan dan barat negaranya. (baca: Rudal Pertahanan AS-NATO di Eropa dan Langkah Balasan Rusia)

Menghangatnya situasi di Teluk Persia, terkait program nuklir Iran dan ancaman penutupan selat Hormuz, memunculkan isu penyerangan oleh AS dan Israel. Menanggapi perkembangan itu, Rusia bahkan "pasang badan" dengan menyatakan "serangan terhadap Teheran sama dengan menyerang Moscow". (baca: Serangan Terhadap Iran adalah Serangan Terhadap Moscow)


 
Pemerintah AS Sedang Upayakan Referendum bagi Papua
INTELIJEN.co.id - Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Marty Natalagewa harus menyataka
Grup AS dalam Pemerintahan SBY
INTELIJEN.co.id - Wikileaks merilis bocoran terbaru kawat-kawat berita dari pos Kedutaan Besar Amer
Jerusalem Center, Minta Cina dan Rusia Cegah Rencana Serangan Israel ke Iran
INTELIJEN.co.id - Dalam beberapa minggu terakhir ini, berbagai artikel dan analisis di media-media
Konflik Freeport, di Tengah Usaha Renegosiasi Kontrak Tambang
INTELIJEN.co.id - Asap hitam membubung di langit Timika, papua. Penerbangan dari dan menuju Bandara
Poin Pidato Kenegaraan Presiden SBY, Jelang 17 Agustus 2011
INTELIJEN.co.id - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini tadi, Selasa 16 Agustus 2011, menyampa
Banner
Banner