|
Foto: 51junshi.com
INTELIJEN.co.id - Cina berharap agar posisi negara dan militernya di kawasan, diperlakukan secara objektif dan rasional. Hal itu dikemukakan negara sosialis terbesar di Asia ini menanggapi diluncurkannya pedoman pertahanan strategis baru oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat awal Januari lalu.
Geng Yansheng, juru bicara Kementerian Pertahanan Nasional Cina, seperti dikutip Xinhua, mengatakan bahwa perdamaian dan stabilitas kawasan Asia-Pasifik adalah kecenderungan yang tak terbendung oleh jaman, sesuai dengan aspirasi umum masyarakat di kawasan ini untuk menciptakan pembangunan dan kesejahteraan kawasan.
"Cina berharap agar AS dapat mengikuti tren zaman dengan memperlakukan Cina dan militer Cina secara objektif dan rasional, berbicara dan bertindak hati-hati, dan melakukan lebih banyak yang kondusif untuk pengembangan hubungan Cina-AS dan hubungan antara militer kedua negara, serta perdamaian dan stabilitas regional," kata Geng.
Dia mengatakan bahwa kritik AS terhadap Cina dalam dokumen itu, tidak beralasan. Menurut Geng, secara universal sudah diketahui bahwa tujuan strategis pertahanan nasional dan pembangunan tentara Cina yang secara konsisten dan eksplisit untuk pengembangan damai Cina bukanlah tantangan masyarakat internasional, termasuk Amerika Serikat.
Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, pada Kamis, 5 Januari 2012, meluncurkan sebuah pedoman pertahanan strategis baru yang bertujuan memperkuat kehadiran militer negara itu di kawasan Asia-Pasifik meskipun ada kendala fiskal (baca: Meski Alami Kendala Fiskal, AS Tetap Perkuat Militernya di Asia-Pasifik).
"Kami akan memperkuat kehadiran kami di Asia Pasifik, dan pengurangan anggaran tidak akan mengorbankan wilayah kritis ini," katanya di Pentagon, didampingi Menteri Pertahanan Leon Panetta dan Ketua Kepala Staf Gabungan Martin Dempsey.
Strategi baru, setidaknya, mengarahkan militer AS pada tiga pertimbangan. Pertama, penyeimbangan kawasan Asia-Pasifik. kedua, perkembangan Timur Tengah. Dan ketiga, kebutuhan "evolusi" AS di Eropa. (baca: Ini Dia, Pertimbangan Fokus Baru Kehadiran Militer AS di Asia-Pasifik)
|