|
Foto: aryansah.wordpress.com
INTELIJEN.co.id - kebijakan dasar Indonesia adalah bahwa kedaulatan dan keutuhan NKRI merupakan harga mati. Masalah yang terjadi di Papua dan Nanggroe Aceh Darussalam harus diletakkan dalam kebijakan tersebut.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan hal itu pada bagian lain arahannya di depan Perwira Tinggi dan Komisaris Besar Polisi di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa siang, 17 Januari 2012, seperti diwartakan situs resmi Presiden SBY, www.presidenri.go.id.
"Untuk Papua, bagaimana pun kedaulatan dan keutuhan NKRI harus ditegakkan. Tidak ada negara manapun di dunia ini yang membiarkan bagian dari negaranya melepaskan diri," Presiden SBY mengingatkan.
Namun demikian, hukum dan kamtibmas juga tidak boleh diabaikan. Kalau penegak hukum Indonesia dilarang untuk memproses sesuatu yang dianggap melanggar hukum, lanjut Presiden, itu tidak benar.
Selain itu, Presiden juga berpesan untuk mencegah terjadinya tindakan eksesif yang melebihi kepatutan dan berpotensi melanggar hukum dan HAM.
"Saya tidak segan-segan kalau ada prajurit kita melanggar hukum, hukum ditegakkan. Kalau perlu hukum lapangan, biar dunia tahu,” Presiden SBY menegaskan.
Sedangkan untuk apa yang terjadi akhir-akhir ini di Aceh, Presiden mengimbau kepada anggota Polri untuk tetap menjaga kamtibmas dan penegakan hukum.
"Akhir-akhir ini memang ada gangguan kamtibmas yang berkitan dengan Pemilukada," kata SBY.
Menurut Kepala Negara, situasi keamanan di Aceh jangan sampai mundur kembali seperti beberapa tahun silam. Keamanan dan ketertiban harus tetap dijaga.
"Betapa malangnya saudara-saudara kita setelah puluhan tahun akhirnya bisa mencapai situasi ini, namun kemudian harus mundur kembali karena ambisi politik tertentu. Mari kita cegah dan jaga!," Kepala Negara menandaskan.
Selain menegaskan soal kedaulatan dan keutuhan NKRI, Presiden SBY juga menjelaskan sejumlah capaian Polri dalam tahun-tahun terakhir. Di antaranya dalam hal pencegahan terorisme, kasus narkoba, pengamanan berskala besar, seperti mudik Lebaran, Natal, dan tahun baru, serta SEA Games XXVI, dan pengamanan khusus bersama TNI terhadap tamu-tamu negara.
|