|
Selasa, 17 Januari 2012 18:23 |
|
Foto: etna.mcot.net
INTELIJEN.co.id - Kepolisian Thailand, akan memindahkan tersangka teroris Lebanon-Swedia, Atris Hussein, yang ditangkap Jum'at pekan lalu, ke Pengadilan Pidana Bangkok untuk penahanan lebih lanjut.
Menurut Biro Polisi Patroli Perbatasan, berdasarkan penyelidikan awal Senin, 16 Januari 2012, Hussein beberapa kali memasuki kali ibukota Thailand selama 10-12 Januari dan berbicara dengan beberapa orang, baik warga Thailand dan warga asing.
"Polisi dari Divisi Pemberantasan Kejahatan akan berpartisipasi dalam menyelidiki tersangka," kata Deputi Kepala Polisi Thailand, Jenderal Pol Pansiri Prapawat, seperti dilaporkan kantor berita Etna, Selasa, 17 Januari 2012.
Hussein didakwa memiliki bahan kimia, berupa 4.380 kilogram pupuk urea dalam 400 karton, dan 10 galon amonium nitrat yang akan digunakan untuk membuat bom untuk rencana aksi teror. Bahan-bahan kimia ditemukan di sebuah gedung di Distrik Muang pinggiran kota Bangkok, Provinsi Samut Sakhon, dan telah disita polisi.
Tersangka menyangkal bahwa bangunan itu digunakan sebagai tempat pembuatan bom. Namun polisi telah menyiapkan sidik pada barang-barang yang ditemukan dalam dua hari ke depan sebagai bukti dugaan rencana aksi teror. selain itu diyakini juga ada lebih dari satu tersangka yang terlibat perencanaan aksi teror.
Hussein ditangkap polisi Thailand di Bandara Internasional Suvarnabhumi Jumat malam lalu, 13 Januari 2012, dan telah mengatakan kepada penyidik polisi, bahwa tidak ada plot teror yang direncanakan untuk Thailand namun negara itu digunakan sebagai tempat transit untuk mendistribusikan bahan-bahan untuk membuat bom di luar negeri (target overseas).
|