|

INTELIJEN.co.id – Tidak ada yang namanya teman sejati, dan tidak ada yang namanya musuh abadi. Yang ada hanyalah kepentingan. Mungkin pepatah itulah yang cocok menggambarkan apa yang dilakukan Pemerintah Turki kepada Belanda. Pemerintah Turki telah mengusir agen intelijen Belanda yang menyamar sebagai diplomat di Kedutaan Besar Belanda di Ankara secara diam-diam.
Pihak Belanda sendiri membenarkan hal tersebut dengan menyatakan bahwa agen yang dirahasiakan namanya itu, telah diusir sejak setahun lalu. Namun berdasarkan keterangan yang dikumpulkan oleh media lokal Belanda, De Volksrant, intelijen yang diusir tersebut sudah kembali bertugas di Kedutaan Besar Belanda di Timur Tengah, seperti apa yang dilaporkan INTELNEWS.ORG.
Keberadaan intelijen Belanda di Turki sendiri sejatinya adalah bentuk kerjasama yang disetujui dua negara di 2006. Di mana badan intelijen Turki, MIT berkolaborasi dengan badan intelijen Belanda AIVD, untuk mengumpulkan data intelijen yang berkaitan dengan kelompok separatis Kurdi/Kurdistan Workers Party (PKK).
Akan tetapi, kerjasama itu kemudian berakhir karena Pemerintah Turki menuduh Pemerintah Belanda telah membantu kelompok separatis Kurdi melakukan aksi teror dan memberikan suaka bagi anggota separatis yang lari ke Belanda.
Tidak hanya itu, Ankara telah menuduh Belanda secara sengaja menutup mata terhadap adanya perekrutan anggota dan adanya pembiayaan terhadap PKK di Belanda, yang dikoordinir oleh kaum ekspatriat Kurdi yang ada di negara Kincir Angin tersebut.
Tuduhan yang dilancarkan Pemerintah Turki kepada Pemerintah Belanda ini bukanlah yang pertama kalinya. Sebelumnya, Ankara pernah menuduh Pemerintah Belanda memberikan bantuan keuangan kepada PKK melalui LSM HAM yang beroperasi di wilayah Anatolia, Turki.
Tahun lalu, hubungan Turki-Belanda berada di posisi terendah dalam sejarah diplomatik dua negara, akibat dari pernyataan partai sayap kanan Belanda, Party for Freedom (PVV), yang mengatakan tidak mengindahkan keanggotaan Turki di Uni Eropa dan mempertanyakan keanggotaan Turki di NATO.
|