|
Phobos-Grunt Mars (Foto: Istimewa)
INTELIJEN.co.id - Sebuah radar Amerika Serikat di Samudera Pasifik disebutkan telah memicu kegagalan pengorbitan pesawat penelitian ruang angkasa Rusia, Russian Phobos-Grunt ke Mars.
Kantor berita Itar-Tass, Selasa, 17 Januari 2012, melansir laporan harian lokal, Kommersant, melaporkan mengenai kemungkinan itu.
"Sebuah radar AS di Samudera Pasifik tidak sengaja dapat memicu kegagalan Phobos-Grunt, pesawat ruang angkasa yang puing-puingnya jatuh di Bumi baru-baru ini, kata harian Kommersant, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya di industri luar angkasa Rusia.
Sebelumnya Kepala Badan Antariksa Rusia, Roscomos, Vladimir Popovkin, memberikan masukan bahwa kerusakan yang tidak dapat dijelaskan dari Phobos-Grunt yang terdampar di orbit Bumi, adalah dampak dari fasilitas teknis asing.
"Saya tidak ingin menuduh siapa pun, tapi saat ini terdapat sarana yang kuat yang memungkinkan untuk mempengaruhi pesawat ruang angkasa, dan penerapan mereka tidak dapat dikesampingkan," katanya dalam sebuah wawancara.
Sumber Kommersant mengatakan dampak bisa berasal dari radar di Kepulauan Marshal yang memonitor lintasan asteroid pada saat peluncuran Phobos-Grunt.
Ditambahkan bahwa dorongan megawatt yang kuat bisa memicu kerusakan sistem elektronik pesawat.
"pesawat tidak bisa lagi memenuhi perintah dan menghidupkan mesin," kata sumber tersebut yang menekankan bahwa hal itu adalah force majeure, bukan sabotase.
Sebuah komisi pemerintah dibentuk untuk mengklarifikasi penyebab kerusakan tersebut. Awalnya hal itu dipercaya bahwa komputer pesawat gagal, tetapi kemudian penyebabnya disebutkan sebagai kegagalan komputer membuka baterai-baterei surya. Sekarang para ahli mempertimbangkan kemungkinan arus pendek.
"Selain itu, ada pilihan lain dan salah satunya adalah terkait dengan dampak yang luar biasa pada satelit," kata sumber itu.
Kommersant mengatakan komisi pemerintah menolak memberikan komentar resmi klaim itu.
Puing-puing Phobos Grunt jatuh di Lautan Pasifik sekitar pukul 17.45 GMT, Minggu, 15 Januari 2012. Sebelum jatuh, orbit terakhir satelit ini melintasi Jepang dan Kepulauan Solomon, serta sebelah timur Australia dan Selandia Baru.
Phobos-Grunt merupakan pesawat paling besar yang pernah dibuat Roscosmos. Misi pesawat ini adalah mendarat di Mars dan mengambil sejumlah sampel batuan dan tanah dari planet itu untuk diteliti di laboratorium bumi.
Misi luar angkasa ini juga disertai satelit Mars pertama Cina, Yinghuo-1, yang membonceng peluncuran Phobos Grunt. Tapi keduanya dikabarkan hancur saat jatuh kembali ke bumi, setelah bergesekan dengan atmosfer.
|