Selasa, 22/05/2012 14:08 WIB

Intelijen

Home Warta Tersangka Teroris di Thailand: Bom Direncanakan untuk Sasaran Overseas
Tersangka Teroris di Thailand: Bom Direncanakan untuk Sasaran Overseas
Senin, 16 Januari 2012 20:50

Foto: Bangkok PostFoto: Bangkok Post

INTELIJEN.co.id - Seorang tersangka teroris yang ditangkap polisi Thailand di Bandara Internasional Suvarnabhumi Jumat malam lalu, 13 Januari 2012, telah mengatakan kepada penyidik polisi, bahwa serangan bom direncanakan untuk target overseas, dan tidak untuk Thailand.

Tersangka teroris Lebanon, Atris Hussen, yang tetap dalam penjagaan polisi, digiring skuad lebih dari 200 polisi Thailand ke sebuah gedung sewaan di Distrik Muang pinggiran kota Bangkok, Provinsi Samut Sakhon, Senin pagi, 16 Januari 2012.

"Dia mengaku kepada penyidik polisi bahwa kelompoknya telah menggunakan bangunan tersebut sebagai tempat persembunyian untuk persediaan material yang akan digunakan untuk membuat bahan peledak yang akan digunakan untuk membuat bom untuk ditempatkan pada target overseas," kata kepala polisi Thailand, Jenderal Priewpan Damapong pada hari Senin seperti dikutip Kantor Berita Thailand yang dilansir Bernama.

Dalam bangunan, polisi menyita 4.380 kilogram pupuk urea dalam 400 karton, dan 10 galon amonium nitrat.

"Kami (polisi) percaya ada dasar dalam pengakuan tersangka atau tidak, akan ada serangan bom diluncurkan di Bangkok atau provinsi lain sejak bangunan itu disewa awal 2010," jelasnya.

Selain tuduhan teroris, Jenderal Priewpan menambahkan bahwa tersangka telah dituduh memiliki alat peledak tanpa izin resmi. Dia telah ditahan di markas Komando Polisi Perbatasan, sambil menunggu tindakan hukum lebih lanjut.

Sementara itu, kepala polisi berjanji bahwa pasukan polisi nasional Thailand akan terus siaga tinggi untuk mencegah kejadian tak diinginkan dan untuk menjaga ketertiban sosial dan keselamatan publik, terutama di tiga wilayah yang dianggap paling beresiko di Bangkok.

Tiga daerah itu adalah Khao San Road, Soi Rambutri dan Soi Sukhumvit 22, ia menambahkan.

Pada pertanyaan lain, ia mengatakan bahwa tidak ada warga negara Thailand telah terdeteksi telah terlibat dalam gerakan terorisme.


 
Pemerintah AS Sedang Upayakan Referendum bagi Papua
INTELIJEN.co.id - Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Marty Natalagewa harus menyataka
Grup AS dalam Pemerintahan SBY
INTELIJEN.co.id - Wikileaks merilis bocoran terbaru kawat-kawat berita dari pos Kedutaan Besar Amer
Jerusalem Center, Minta Cina dan Rusia Cegah Rencana Serangan Israel ke Iran
INTELIJEN.co.id - Dalam beberapa minggu terakhir ini, berbagai artikel dan analisis di media-media
Konflik Freeport, di Tengah Usaha Renegosiasi Kontrak Tambang
INTELIJEN.co.id - Asap hitam membubung di langit Timika, papua. Penerbangan dari dan menuju Bandara
Poin Pidato Kenegaraan Presiden SBY, Jelang 17 Agustus 2011
INTELIJEN.co.id - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini tadi, Selasa 16 Agustus 2011, menyampa
Banner
Banner