Selasa, 22/05/2012 14:03 WIB

Intelijen

Home Warta 2012, SBY Lengser
2012, SBY Lengser
Jumat, 13 Januari 2012 11:27

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Istimewa)Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Istimewa)

INTELIJEN.co.id - Ketika pohon trembesi kesayangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara tumbang diamuk angin, banyak pihak mengaitkan peristiwa ini sebagai sinyal jatuhnya SBY sebelum habis masa jabatan. Selang sehari, meja marmer Istana Merdeka ambruk setelah pelantikan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Albert Hasibuan.

Bagaikan mendapat durian runtuh, paranormal nyentrik yang juga politisi Partai Gerindra, Permadi, menyatakan, dua fenomena alam itu menjadi sinyal bahwa SBY akan jatuh pada 2012.

Terlepas dari sisi “terawangan” metafisis, Permadi adalah seorang politisi gaek yang lihai memanfaatkan moment politis. Artinya, ramalan Permadi terkait tumbangnya SBY pada 2012, sesungguhnya didasari pertimbangan politis, atau bahkan mungkin proyeksi intelijen, analisis intelijen-politik, F. Hadiatmodjo, mengemukakan di situs berita www.itoday.co.id, Kamis, 12 Januari 2012.

Setidaknya, sebagai politisi, Permadi telah melihat adanya moment-moment potensial sepanjang 2012 yang mungkin saja bisa menjungkalkan SBY. Tentunya, yang dimaksud di sini adalah gerakan people power ataupun kudeta dalam bentuk lain. Karena di sisi lain, skandal Century yang diharapkan membuka kemungkinan pintu impeach cukup sulit dikondisikan. Secara politis, SBY telah membentuk koalisi yang untuk sementara bisa menahan penuntasan mega skandal ini agar tidak menghantam SBY. Sementara para politisi telah saling sandera terkait kasus-kasus korupsi.

People power sendiri akan pecah jika Pemerintahan SBY-Boediono mengeluarkan kebijakan yang tidak populis dan langsung berimbas kepada rakyat, utamanya lapisan masyarakat level tertentu yang mudah tersulut provokasi.

Pembatasan bahan bakar bersubsidi pada April 2012 paling berpotensi menyulut gerakan aksi massa. Kebijakan itu diperkirakan akan menyumbang inflasi sekitar 0,72 - 0,94 persen karena adanya perpindahan penggunaan BBM dari premium ke pertamax. Dengan tambahan ini, laju inflasi selama 2012 akan mencapai 5,22-5,44 persen.

Kendati laju inflasi masih berada pada kisaran aman yang diperkirakan Bank Indonesia, 3,5-5,5 persen, kebijakan ini akan menghantam langsung kalangan menengah ke bawah.  Jika pembatasan itu diberlakukan, puluhan ribu pelaku UMKM terancam bangkrut, mengingat semua kendaraan roda empat untuk operasional UMKM berpelat hitam.  Secara langsung, kondisi akan mendongkrak harga kebutuhan bahan pokok.

Alih-alih untuk menguatkan pencitraan terkait Pemilu 2014, kebijakan ini justru akan membuat rakyat semakin muak. Rakyat akan merasa dikibuli pemerintah, yang seolah-olah membuat kebijakan pro terhadap rakyat karena tidak menaikkan harga BBM.

Selain pembatasan bahan bakar bersubsidi, kebijakan untuk menaikkan gaji PNS sebesar  10 persen pada 2012 yang dibarengi dengan kebijakan remunerasi gaji PNS, dipastikan akan mendorong naiknya harga, utamanya kebutuhan pokok.

Di antara melambungnya harga kebutuhan pokok yang semakin mencekik, rakyat disuguhi dengan minimnya perhatian Pemerintah SBY-Boediono  kepada hak-hak dasar rakyat. Salah satunya konflik agraria antara rakyat dengan pengusaha. Pemerintah dituding tidak pro rakyat karena lebih memihak kepada pengusaha.

Aksi massa gabungan petani dan mahasiswa yang menuntut pengembalian kepemilikan hak atas tanah kepada rakyat akan merebak sepanjang 2012. Janji sejumlah anggota DPR RI membentuk Pansus Agraria untuk menyelesaikan konflik agraria akan terus ditagih.

Tentu saja, berbagai kebijakan tidak populis itu akan dimanfaatkan oleh kelompok penentang rejim SBY yang memang telah jauh-jauh hari menggalang dukungan untuk melengserkan SBY-Boediono. Paling tidak, Permadi telah melihat kemungkinan-kemungkinan politis pelengseran SBY-Boediono itu. Sepanjang 2012 memang akan muncul puting beliung yang tidak saja menumbangkan simbol-simbol kekuasaan SBY, tetapi  menumbangkan SBY secara nyata. Dengan catatan, SBY tidak jumawa menabur angin, jika tidak ingin diamuk puting beliung.


 
Pemerintah AS Sedang Upayakan Referendum bagi Papua
INTELIJEN.co.id - Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Marty Natalagewa harus menyataka
Grup AS dalam Pemerintahan SBY
INTELIJEN.co.id - Wikileaks merilis bocoran terbaru kawat-kawat berita dari pos Kedutaan Besar Amer
Jerusalem Center, Minta Cina dan Rusia Cegah Rencana Serangan Israel ke Iran
INTELIJEN.co.id - Dalam beberapa minggu terakhir ini, berbagai artikel dan analisis di media-media
Konflik Freeport, di Tengah Usaha Renegosiasi Kontrak Tambang
INTELIJEN.co.id - Asap hitam membubung di langit Timika, papua. Penerbangan dari dan menuju Bandara
Poin Pidato Kenegaraan Presiden SBY, Jelang 17 Agustus 2011
INTELIJEN.co.id - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini tadi, Selasa 16 Agustus 2011, menyampa
Banner
Banner