|
Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton (Foto: Istimewa)
INTELIJEN.co.id - Amerika Serikat menyatakan tidak tahu pelaku pembunuhan ilmuwan nuklir Iran, dan membantah washington terlibat. Sementara itu, Israel belum memberikan komentar terkait pembunuhan itu.
"Amerika Serikat tidak tahu siapa yang telah membunuh ilmuwan nuklir Iran, tapi Washington bukan pelakunya. Saya ingin tegas menyangkal keterlibatan Amerika Serikat dalam setiap jenis tindak kekerasan di Iran," kata Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, dalam sebuah konferensi pers seperti dikutip Israel ational News, Kamis 12 Januari 2012.
Pada Rabu pagi, 11 Januari 2012, seorang profesor Iran di Sharif University of Technology, Mostafa Ahmadi Roshan, terbunuh dalam sebuah ledakan bom mobil di Teheran Utara.
Sebuah sepeda motor dilaporkan berhenti di samping mobil yang ditumpangi Roshan, saat sedang bepergian. Pengendara menempelkan bom magnetik di mobil Roshan, dan melesat pergi sebelum mobil meledak.
Reza Qashqavi, sopir Roshan yang terluka parah dalam ledakan, juga meninggal karena luka-lukanya di Rumah Sakit Resalat beberapa jam kemudian.
Pejabat intelijen Barat, mengatakan, Roshan terhubung ke program nuklir Iran. Pembunuhan menyerupai pola pembunuhan yang menargetkan tokoh-tokoh kunci dalam program nuklir Iran dalam beberapa tahun terakhir.
Pada Kamis, 12 Januari 2012, seperti dikutip Israel National News, Pemerintah Iran mengatakan telah "terbukti jelas" bahwa pembunuhan ilmuwannya dilakukan oleh "unsur asing", dan meminta PBB untuk mengutuknya.
Dalam sebuah surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Duta Besar Iran untuk PBB, Mohammad Khazaee, menulis bahwa Iran memiliki hak penuh untuk mengejar program nuklir damai, dan bahwa pembunuhan itu merupakan upaya untuk mencurangi hak Iran.
Iran tidak menyebut secara khusus "unsur-unsur asing" yang dipercaya bertanggungjawab atas pembunuhan, namun para pejabat Iran yang dikutip media lokal mengatakan bahwa Israel dan AS berada di belakang pembunuhan terbaru.
Yerusalem belum mengomentari pembunuhan itu, namun pada hari Rabu, juru bicara angkatan bersenjata Israel (IDF) Brigadir Jenderal Yoav Mordechai menulis di halaman Facebook-nya bahwa dia tidak akan meneteskan air mata untuk Roshan.
|