Selasa, 22/05/2012 14:01 WIB

Intelijen

Home Warta Kedekatan Oknum Jenderal Polisi dan Elit Politik Jakarta dengan Australia, Picu "Insiden Sape"
Kedekatan Oknum Jenderal Polisi dan Elit Politik Jakarta dengan Australia, Picu "Insiden Sape"
Kamis, 12 Januari 2012 15:54

Aksi Pendudukan Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat (Foto: Istimewa)Aksi Pendudukan Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat (Foto: Istimewa)

INTELIJEN.co.id - Insiden berdarah di Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu, akibat adanya konflik oknum jenderal polisi yang mempunyai afiliasi dan kedekatan dengan Australia.

"Konflik ini karena adanya pertarungan oknum jenderal di institusi kepolisian yang punya afiliasi dan kedekatan dengan Australia," kata Ketua Investigasi Kasus Bima, Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), Zaini Mustakim, kepada wartawan, Jakarta, Rabu malam, 11 Januari 2012, seperti diwartakan www.itoday.co.id

Selain itu, kata Zaini, konflik ini diperparah lagi oleh elit politik di Jakarta yang berebut tambang di Blok Soro. Blok tambang ini memiliki luas kurang lebih 25 ribu hektare yang meliputi Lambu, Sape dan Langgudu.

"Berdasarkan investigasi yang kami lakukan, ada kejadian yang aneh dengan kemunculan banyak aparat keamanan. Ini seperti operasi rahasia," ungkapnya.

Terkait masalah itu, Zaini berpendapat bahwa Kapolres Bima, Ajun Komisaris Besar Polisi Kumbul KS, dan Kapolda Nusa Tenggara Barat, Brigjen Polisi Arif Wahyunandi, tak perlu dicopot, karena masyarakat setempat menilai kinerja kedua pimpinan kepolisian itu sangat bagus.

"Kedua pimpinan kepolisian itu tidak perlu dicopot. Terlebih berdasarkan hasil pemeriksaan Irwasum Polri, mereka clear," kata Zaini.

Pekan akhir Desember tahun lalu, terjadi bentrok antara polisi pengunjuk rasa anti-pertambangan di pelabuhan Sape.

Insiden itu terjadi saat aparat kepolisian membubarkan secara paksa massa yang menduduki Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima, NTB, yang menolak keberadaan pertambangan PT Sumber Mineral Nusantara.

Media Australia menyebut, Australia memilikii saham yang besar dalam operasi di Bima tersebut, melalui perusahaan tambang negara itu, Arc Exploration. (baca: Arc Exploration Australia, Bantah Terlibat "Insiden Sape")

Berdasarkan investigasi Komnas HAM dalam insiden tersebut, 3 orang dinyatakan tewas tertembak aparat keamanan dan 30 lainnya luka-luka (baca: Komnas HAM: 3 Tewas dan 30 Warga Luka Tembak dalam "Insiden Sape" ).


 
Pemerintah AS Sedang Upayakan Referendum bagi Papua
INTELIJEN.co.id - Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Marty Natalagewa harus menyataka
Grup AS dalam Pemerintahan SBY
INTELIJEN.co.id - Wikileaks merilis bocoran terbaru kawat-kawat berita dari pos Kedutaan Besar Amer
Jerusalem Center, Minta Cina dan Rusia Cegah Rencana Serangan Israel ke Iran
INTELIJEN.co.id - Dalam beberapa minggu terakhir ini, berbagai artikel dan analisis di media-media
Konflik Freeport, di Tengah Usaha Renegosiasi Kontrak Tambang
INTELIJEN.co.id - Asap hitam membubung di langit Timika, papua. Penerbangan dari dan menuju Bandara
Poin Pidato Kenegaraan Presiden SBY, Jelang 17 Agustus 2011
INTELIJEN.co.id - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini tadi, Selasa 16 Agustus 2011, menyampa
Banner
Banner