|
Perbatasan Israel-Libanon (Foto: Israel National News)
INTELIJEN.co.id - Seorang mantan karyawan operator telekomunikasi Lebanon, Ogero, telah didakwa menjadi mata-mata untuk Israel.
Menurut laporan televisi kelompok Hizbullah, Al-Manar, yang lansir Israel National News, Rabu, 12 Januari 2012, mantan karyawan tersebut, Elias Younes, telah memata-matai untuk Israel selama lebih dari 35 tahun, mulai tahun 1977.
Laporan itu mengatakan, Younes memberikan informasi secara detail kepada musuh mengenai prosedur keamanan laut dan gerakan kapal, selain informasi yang terkait dengan Kementerian Telekomunikasi, serta skema rinci tentang jaringan komunikasi di Lebanon. Younes disebut "The dean Collaborators" dalam laporan.
Menurut sumber keamanan di Libanon, seperti dikutip harian setempat The Daily Star yang dilansir Israel National News, mengatakan bahwa Jaksa Hakim Militer Saqr Saqr telah mendakwa Younes sebagai mata-mata karena dicurigai bertemu dengan para pejabat Israel di luar negeri dan menyediakan data telekomunikasi kepada mereka dengan imbalan uang.
Jika terbukti bersalah, Younes menghadapi hukuman mati, kata laporan itu.
Libanon sering menangkap dan menjahtuhkan hukuman kepada warga lokal yang diduga menjadi mata-mata bagi Israel.
Dalam beberapa tahun terakhir, menurut Israel National News, lebih dari 100 orang, termasuk sejumlah pejabat perusahaan telekomunikasi, Alfa, dan pejabat militer, telah ditangkap oleh pihak berwenang negara yang menjadi basis kelompok Hizbullah itu. Setidaknya lima orang telah dijatuhi hukuman mati.
Sebelumnya, pada Selasa, 11 Januari 2012, jet-jet Angkatan Udara Israel diketahui oleh pihak keamanan Libanon telah menjatuhkan "benda tak dikenal" di dekat kota di Libanon Selatan.
Pihak keamanan Libanon belum bisa memeriksa objek karena laporan daerah itu penuh dengan bom cluster yang tidak meledak yang diduga dijatuhkan di sana oleh tentara Israel selama Perang Lebanon Kedua tahun 2006 (baca: Pesawat Militer Israel Jatuhkan "Benda Tak Dikenal" Dekat Kota Libanon Selatan)
|