|
Foto: Fars
INTELIJEN.co.id - sumber-sumber Israel menegaskan bahwa serangan bom mobil yang menewaskan seorang ilmuwan senior Iran di Teheran pada hari Rabu adalah sebuah operasi gabungan yang dilakukan oleh agen-agen badan intelijen Israel, Mossad, dan kelompok anti-Iran, Mujahidin Khalq Organization (MKO).
"Sumber rahasia Israel yang saya miliki menegaskan pembunuhan hari ini adalah pekerjaan Mossad dan MKO, sebagaimana beberapa operasi sebelumnya yang sudah saya laporkan di sini," kata Richard Silverstein, seorang wartawan senior Yahudi Amerika, di web blog bernama Tikun Olam, sebagaimana dilansir kantor berita semi-resmi Fars, Rabu, 11 Januari 2012.
Dugaan Silverstein didasarkan kesamaan metode pada serangkaian pembunuhan lain sebelumnya.
"Metode ini mengingatkan serangkaian pembunuhan lain yang pernah terjadi, dari Fereidoun Abbassi Davani (yang luka parah) dan rekannya Majid Shahriari (yang tewas)," kata Silverstein dalam web blog-nya.
Dia meragukan efek dari pembunuhan tersebut dalam kemajuan ilmiah yang dicapai Iran.
"Saya sudah mengatakan itu sebelumnya dan saya akan mengatakannya setiap kali sesuatu seperti ini terjadi, bahwa pembunuhan seperti sekarang tidak mencapai apa-apa, itu tidak merugikan secara mendasar program nuklir Iran," katanya.
Dia menambahkan tindakan pembunuhan tersebut justru memalukan Israel yang memanfaatkan kelompok anti-Iran.
"Ini tidak menghalangi Iran atau ilmuwan untuk mengejar penelitian dan tujuan ilmiah apapun yang mungkin mereka miliki. Ini adalah tindakan memalukan oleh pemerintah Israel yang mengeksploitasi teroris Iran untuk tujuan mereka sendiri. Saya merasa jijik bahwa Israel bisa lolos dengan tindakan tersebut dengan impunitas", kata Silverstein.
Dalam web blog-nya Silverstein juga menegaskan bahwa dirinya bukanlah pendukung program nuklir Iran, tetapi kurang setuju dengan cara-cara pembunuhan oleh negara.
"Saya bukan pendukung program nuklir Iran, apalagi pendukung pembunuhan sebagai kebijakan negara. Dan itu termasuk bangsa saya sendiri, yang presiden tampak sangat terpikat pembunuhan yang ditargetkan, bahkan warga AS," katanya.
Pada Rabu pagi, 11 Januari 2012, seorang profesor universitas Iran dan wakil direktur fasilitas pengayaan Natanz, Mostafa Ahmadi Roshan, terbunuh dalam ledakan bom mobil di Teheran Utara.
Bom magnetik yang ditanam oleh pengendara motor yang tidak dikenal di bawah mobil Roshan, seorang profesor pada Sharif University of Technology di Teheran, juga melukai dua warga Iran lainnya di sekitar Khandan Seyed Teheran utara.
Reza Qashqavi, sopir Roshan yang terluka parah dalam ledakan, juga meninggal karena luka-lukanya di Rumah Sakit Resalat beberapa jam kemudian.
Mustafa Roshan Ahmadi, 32 tahun, mengambil jurusan kimia di Universitas Industri Minyak. Dia adalah wakil direktur perdagangan di fasilitas pengayaan uranium Natanz di provinsi Isfahan, Iran Tengah.
Ledakan hari Rabu, terjadi pada saat peringatan tahun kedua kemartiran profesor universitas Iran dan ilmuwan nuklir, Massoud Ali Mohammadi, yang juga dibunuh dalam serangan bom teroris di Teheran pada 11 Januari 2010.
Metode pengeboman kali ini juga mirip dengan yang terjadi pada 2010, serangan bom teroris yang melukai Profesor Fereidoun Abbassi Davani (kini kepala Organisasi Energi Atom Iran), dan rekannya yang tewas, Majid Shahriari.
|