|
Presiden Filipina, Benigno Aquino (Foto: allvoices.com)
INTELIJEN.co.id - Pihak Kepresidenan Filipina menyatakan telah berhasil menghalangi serangan teroris di negaranya. Plot serangan diduga akan dilakukan pada perayaan Black Nazarene pada Senin, 9 Januari 2012.
Juru Bicara Presiden Edwin Lacierda mengatakan di Istana Malacanang saat konferensi pers, Selasa, 10 Januari 2012, bahwa pernyataan Presiden bukan merupakan reaksi berlebihan atas ancaman teroris yang ditemukan oleh komunitas intelijen.
"Ini adalah situasi di mana kami percaya bahwa pemerintah bertindak bijaksana, bertindak segera pada ancaman yang kredibel. Dan kami percaya bahwa kita telah berhasil menghalangi upaya untuk mengganggu perayaan Black Nazarene 9 Januari," kata Lacierda, menegaskan keberhasilan menggagalkan kemungkinan serangan, seperti dilaporkan Philippines News Agency.
Ditanya oleh wartawan jika publik mengharapkan Presiden untuk mengeluarkan peringatan serupa di masa depan, Lacierda mengatakan itu tergantung pada saran dari komunitas intelijen.
"Jika dan ketika komunitas intelijen menyarankan Presiden untuk melakukannya, Presiden akan bertindak hati-hati lagi, dengan mempertimbangkan keselamatan rakyat terutama dalam situasi di mana ada pertemuan massal," katanya.
Lacierda juga mengatakan ada "tim pelacak" yang memantau kelompok-kelompok teroris yang dilaporkan dikirim ke Metro Manila untuk menyerang pertemuan massa seperti perayaan Black Nazarene.
Juru bicara Presiden mengatakan perhatian utama pemerintah adalah memastikan keselamatan publik dan rakyat untuk mengindahkan peringatan pemerintah dalam menggagalkan serangan teroris.
"Kita perlu memperhatikan lingkungan kita. Ini juga sesuatu yang kita harapkan publik juga harus lebih sadar," katanya.
Lima anggota teroris internasional diduga telah memasuki Filipina dan bersembunyi di Pulau Jolo, Provinsi Sulu, wilayah otonom Mindanao. Dua di antaranya disebutkan berkewarganegaraan Indonesia
Aparat keamanan Filipina mengatakan lima teroris itu berafiliasi dengan Al Qaeda dan terkait dengan kelompok militan lokal Abu Sayyaf, salah satunya adalah Zulkifli bin Hir, yang menjadi salah satu buronan penting Amerika Serikat.
Pasukan AS telah menyediakan bantuan non-tempur untuk membantu menangkap para tersangka teroris. Sementara pihak keamanan Filipina juga terus memantau mereka dan dihimbau memperketat pengamanan, termasuk keamanan gereja di Jolo (baca: Dua Tersangka Teroris Indonesia Sembunyi di Mindanao, Filipina Perketat Keamanan)
Pada hari Minggu, 8 Januari 2012, Presiden Benigno Aquino memerintahkan lembaga penegak hukum, termasuk militer, untuk meningkatkan upaya mereka menjaga perdamaian dan ketertiban, seperti pada perayaan Black Nazarene dimana jutaan umat berkumpul di Quiapo, Manila.
Presiden mengatakan, telah mendapat laporan intelijen selama beberapa bulan terakhir tentang plot elemen yang tidak mematuhi hukum untuk menciptakan gangguan di Metro Manila khususnya selama perayaan Black Nazarene.
|