Selasa, 22/05/2012 13:52 WIB

Intelijen

Home Warta Pengamat Intelijen: Penembakan di PT Freeport, Australia Pasok Senjata OPM
Pengamat Intelijen: Penembakan di PT Freeport, Australia Pasok Senjata OPM
Selasa, 10 Januari 2012 21:06

Pengamat Intelijen, AC Manullang (Foto: Istimewa)Pengamat Intelijen, AC Manullang (Foto: Istimewa)

INTELIJEN.co.id – Penembakan oleh kelompok tak dikenal di area PT Freeport yang menewaskan dua orang pekerja kontraktor perusahaan tambang emas asal Amerika Serikat itu pada Senin, 9 Januari 2012, menjadi bukti eksistensi kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Kelompok separatis itu, tetap melakukan gerilya dan mendapat pasokan dari Australia.

“Selain senjata rakitan, curian milik TNI, saat ini OPM mendapat pasokan senjata dari Australia,” kata pengamat intelijen AC Manullang seperti diwartakan www.itoday.co.id.

Menurut AC Manullang, gerakan OPM saat ini, selain menggunakan cara gerilya dan bersenjata, juga mengintensifkan jalur diplomatik internasional dengan memanfaatkan para politisi di luar negeri yang memberikan dukungan kemerdekaan bagi Papua.

“Pemerintah Indonesia juga harus mewaspadai jalur diplomasi yang dijalankan OPM. Saat ini, OPM mencoba mencari dukungan Australia, AS, Uni Eropa,” paparnya.

Ia juga mengatakan, keberadaan pangkalan militer AS di Australia semakin memperjelas keinginan negara Paman Sam dan Australia melepaskan Papua dari Indonesia.

“Walaupun dalam berbagai forum internasional, kedua negara ini mendukung Papua dalam wilayah Indonesia, tetapi secara diam-diam memberikan dukungan ke OPM. Kasusnya sama seperti lepasnya Timor-Timur dari NKRI,” jelas Manullang.

Selain itu, kata Manullang, gerakan OPM juga mendapat dukungan dari gerakan misionaris internasional.

“Gereja biasanya bermain di dua kaki, bekerja kemanusiaan, tetapi juga politis yaitu mendukung OPM,” pungkasnya.

Insiden penembakan kembali terjadi di area PT Freeport Indonesia. Dua orang kontraktor perusahaan tambang emas dan tembaga asal Amerika Serikat ini ditemukan tewas dekat area penambangan Grassberg.

Juru bicara PT Freeport, Ramdani Sirait, pada Senin, 9 Januari 2012, seperti dilansir beberapa media, mengatakan, kedua kontraktor ditemukan tewas dalam mobil milik Freeport setelah sebelumnya mobil itu ditembaki.

Insiden penembakan oleh orang tak dikenal ini, merupakan yang pertama terjadi sejak berakhirnya aksi mogok kerja karyawan selama tiga bulan, sebagai buntut konflik antara pihak serikat pekerja dan manajemen PT Freeport (baca: Dua Pekerja PT Freeport Tewas, Awali Insiden Penembakan Kelompok Tak Dikenal Pasca Aksi Mogok)


 
Pemerintah AS Sedang Upayakan Referendum bagi Papua
INTELIJEN.co.id - Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Marty Natalagewa harus menyataka
Grup AS dalam Pemerintahan SBY
INTELIJEN.co.id - Wikileaks merilis bocoran terbaru kawat-kawat berita dari pos Kedutaan Besar Amer
Jerusalem Center, Minta Cina dan Rusia Cegah Rencana Serangan Israel ke Iran
INTELIJEN.co.id - Dalam beberapa minggu terakhir ini, berbagai artikel dan analisis di media-media
Konflik Freeport, di Tengah Usaha Renegosiasi Kontrak Tambang
INTELIJEN.co.id - Asap hitam membubung di langit Timika, papua. Penerbangan dari dan menuju Bandara
Poin Pidato Kenegaraan Presiden SBY, Jelang 17 Agustus 2011
INTELIJEN.co.id - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini tadi, Selasa 16 Agustus 2011, menyampa
Banner
Banner