|
Perdana Menteri Papua Nugini, Peter O'Neill (Foto: Istimewa)
INTELIJEN.co.id - Perdana Menteri Papua Nugini, Peter O'Neill, mengatakan ia tidak akan bereaksi terhadap seruan dari wakilnya, Belden Namah, yang memintanya untuk mengundurkan diri.
Berbicara komentar balik di radio lokal, wakil perdana menteri meminta O'Neill mengundurkan diri.
Namah menyatakan perdana menteri tidak mendukungnya atas ancaman untuk mengusir Duta Besar Indonesia terkait insiden pesawat udara di wilayah Indonesia bulan November tahun lalu, yang digambarkan sebagai tindakan agresi dan intimidasi.
Namah, seperti dilaporkan Radio Australia News, Jum'at, 6 Januari 2012, mengancam akan mengusir Duta Besar Indonesia dan menarik duta besarnya di Jakarta (baca: PNG Ancam Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Indonesia)
"Saya sudah berbicara dengan duta besar (Indonesia), dan jika itu berarti kita harus mengambil tindakan duta besar untuk meninggalkan negara ini, dan menarik duta besar kami dari Jakarta, kita akan melakukannya," katanya.
Tapi, sesudah itu, Perdana Menteri Mr O'Neill mengatakan ancaman yang dibuat oleh wakilnya untuk mengusir Duta Besar Indonesia adalah "tidak perlu" (baca: Perdana Menteri PNG: Ancaman Terhadap Indonesia, "Tidak Perlu")
Dia mengatakan Duta Besar Indonesia tidak akan diusir dan kedutaan besarnya tidak akan ditutup.
O'Neill juga mengatakan ia tidak akan mengundurkan diri.
"Saya tidak perlu mengundurkan diri untuk melaksanakan tugas-tugas saya dengan cara yang bertanggung jawab seperti saya lakukan sejauh ini. Hanya rakyat Papua Nugini yang akan memutuskan ketika saya sampai pada Pemilu 2012, saat pemilu datang,'' katanya, seperti dilansir Radio Australia News, Senin, 9 Januari 2012.
|