|
Senin, 09 Januari 2012 16:37 |
|
Foto: Istimewa
INTELIJEN.co.id - Perdana Menteri Papua Nugini (PNG), Peter O'Neill, mengatakan ancaman yang dibuat oleh wakilnya untuk mengusir duta besar Indonesia, adalah tidak perlu, demikian dilaporkan Radio Australia News, Senin, 9 Januari 2012.
Sebelumnya, Wakil Perdana Menteri PNG, Belden Namah, telah mengancam akan mengusir Duta Besar Indonesia di Port Moresby, Andreas Sitepu (baca: PNG Ancam Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Indonesia)
Dikatakan, bahwa dua pesawat militer Indonesia hampir bertabrakan dengan pesawat jet yang membawanya dan para pejabat senior senior yang kembali dari Malaysia.
Ada tuduhan pihak militer Indonesia sedang memata-matai Pemerintah PNG. Belden Namah, mengatakan bahwa hal itu adalah tindakan agresi dan intimidasi.
Dia mengancam akan mengusir duta besar Indonesia atas insiden dan menarik duta besar PNG dari Jakarta.
Perdana Menteri Peter O'Neill, sesudah itu, mengatakan Kedutaan Besar Indonesia di Port Moresby tidak akan ditutup.
Pemerintah Indonesia telah melaporkan kepada pemerintah PNG, insiden terjadi karena perbedaan ijin asli pemberian untuk jet Falcon PNG dalam menggunakan ruang udara Indonesia.
|