Selasa, 22/05/2012 13:44 WIB

Intelijen

Home Warta Obama: Meski Alami Kendala Fiskal, AS Tetap Perkuat Militernya di Asia-Pasifik
Obama: Meski Alami Kendala Fiskal, AS Tetap Perkuat Militernya di Asia-Pasifik
Jumat, 06 Januari 2012 14:53

Foto: CNN/talkingpointsmemo.comFoto: CNN/talkingpointsmemo.com

INTELIJEN.co.id - Presiden Amerika Serikat Barack Obama pada Kamis, 5 januari 2012, menyatakan untuk memperkuat kehadiran militer negaranya di kawasan Asia-Pasifik meskipun sedang mengalami kendala fiskal.

Pernyataan itu dikemukakan saat Obama menyampaikan rancangan revisi strategi pertahanan nasional untuk era baru penghematan.

"Kami akan memperkuat kehadiran kami di kawasan Asia-Pasifik, dan pengurangan anggaran tidak akan mengorbankan wilayah kritis ini," katanya dalam penampilannya di Pentagon bersama dengan Menteri Pertahanan Leon Panetta dan Ketua Kepala Staf Gabungan, Martin Dempsey, seperti dilaporkan Xinhua, Jum'at, 6 januari 2012.

Obama menambahkan bahwa Amerika Serikat akan terus berinvestasi dalam aliansi dan kemitraan kritisnya, termasuk NATO.

"Kami akan tetap waspada, terutama di Timur Tengah," katanya.

Strategic Defense Review, diperintahkan oleh Obama, mengatur ulang prioritas dan panduan pertahanan yang lebih dari 450 miliar dolar dalam pemotongan anggaran pertahanan selama dekade berikutnya. Pentagon menerima lebih dari 600 miliar dolar per-tahun untuk anggaran dasar dan biaya melawan peperangan.

"Militer Amerika Serikat harus bisa menjamin keamanan nasional dengan lebih kecil pasukan darat konvensional," kata Obama.

Dia berjanji untuk menyingkirkan "sistem lama era Perang Dingin", sementara investasi dalam kemampuan dibutuhkan untuk masa depan, termasuk intelijen, pengawasan dan pengintaian, serta kontraterorisme.

"Militer kami akan lebih ramping, tapi gesit, fleksibel dan siap untuk berbagai kemungkinan dan ancaman," katanya.

Meskipun ada kendala fiskal, anggaran pertahanan akan terus tumbuh, tapi pada kecepatan yang lebih lambat, kata Obama.

"Selama sepuluh tahun terakhir, sejak 9 / 11, anggaran pertahanan kami tumbuh dengan kecepatan yang luar biasa. Selama sepuluh tahun berikutnya, pertumbuhan dalam anggaran pertahanan akan lambat, tetapi kenyataan dari hal ini ini masih akan tumbuh," katanya.

Obama kembali mendesak anggota parlemen negaranya untuk melakukan pekerjaan pengurangan defisit sesuai dengan Undang-Undang Pengendalian Anggaran yang disahkan oleh Kongres tahun lalu.

Sebuah panel bipartisan Kongres telah gagal untuk menmunculkan rencana pengurangan defisit, yang diamanatkan oleh undang-undang, yang mungkin memicu pemotongan belanja, termasuk anggaran pertahanan.


 
Pemerintah AS Sedang Upayakan Referendum bagi Papua
INTELIJEN.co.id - Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Marty Natalagewa harus menyataka
Grup AS dalam Pemerintahan SBY
INTELIJEN.co.id - Wikileaks merilis bocoran terbaru kawat-kawat berita dari pos Kedutaan Besar Amer
Jerusalem Center, Minta Cina dan Rusia Cegah Rencana Serangan Israel ke Iran
INTELIJEN.co.id - Dalam beberapa minggu terakhir ini, berbagai artikel dan analisis di media-media
Konflik Freeport, di Tengah Usaha Renegosiasi Kontrak Tambang
INTELIJEN.co.id - Asap hitam membubung di langit Timika, papua. Penerbangan dari dan menuju Bandara
Poin Pidato Kenegaraan Presiden SBY, Jelang 17 Agustus 2011
INTELIJEN.co.id - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini tadi, Selasa 16 Agustus 2011, menyampa
Banner
Banner