|
Foto: Istimewa
INTELIJEN.co.id - Lima anggota teroris internasional diduga telah memasuki Filipina. Dua di antaranya disebutkan berkewarganegaraan Indonesia.
Seorang komandan militer Filipina, Letnan Jenderal Raymundo Ferrer, pada Selasa, 3 Desember 2012, seperti dikutip Associated Press, mengatakan setidaknya lima warga asing yang berafiliasi dengan Al Qaeda telah bersembunyi Pulau Jolo, dan terkait dengan kelompok militan lokal Abu Sayyaf.
Pulau Jolo, Provinsi Sulu, masuk wilayah otonomi khusus Mindanao, Filipina Selatan. Sementara kelompok Abu Sayyaf merupakan kelompok militan Muslim yang selama ini beroperasi di wilayah itu.
Ferrer mengatakan salah satu militan adalah Zulkifli bin Hir, yang menjadi salah satu buronan penting Amerika Serikat. Washington telah menawarkan hadiah 5 juta dolar bagi yang bisa menangkap atau membunuhnya.
Zulfikli diburu Amerika Serikat karena menjadi otak penyerangan seorang insinyur Malaysia yang mendapat pelatihan Amerika Serikat. Peristiwa penyerangan terjadi di Filipina.
Disebutkan juga dua dari lima teroris adalah orang Indonesia, sementara lainnya warga Singapura dan Malaysia.
Pasukan AS telah menyediakan bantuan non-tempur untuk membantu menangkap para tersangka teroris.
Sementara itu pihak keamanan Filipina juga terus memantau mereka dan dihimbau memperketat pengamanan, termasuk keamanan gereja di Jolo.
Para pejabat Gereja di Jolo telah mengimbau kepada pihak berwenang negaranya untuk menjamin keamanan para pemuja prosesi Black Nazarene pada 9 Januari.
Dalam sebuah wawancara radio, Uskup Jolo, Angelito Lampon, seperti dilaporkan Philippines News Agency, Rabu 4 januari 2012, mengatakan personil militer dan polisi harus meningkatkan usaha mereka dalam mengamankan acara tersebut untuk mencegah serangan.
"Saya berharap pihak berwenang kita akan bekerja lebih keras menjaga gereja-gereja kami di Jolo," katanya.
Lampon juga mendesak masyarakat untuk waspada dan melaporkan setiap kegiatan yang mencurigakan di daerah mereka.
Sementara itu, Uskup Sorsogon, Arturo Bastes, mengutip terjadinya serangan teroris di Nigeria pada hari Natal, di mana banyak orang Kristen dibunuh.
"Saya mengimbau kepada pihak berwenang untuk meningkatkan keamanan mereka karena lebih dari delapan juta orang akan berkumpul di Quiapo. Kita harus mempertimbangkan bahwa di Nigeria, begitu banyak orang Kristen tewas selama hari Natal," kata Bastes.
Sebelumnya, Juru Bicara Komando Mindanao Barat, Letnan Kolonel Randolph Cabangbang, menegaskan bahwa mereka telah memantau terus lima tersangka teroris yang memasuki Jolo, Sulu.
|