|
Foto: Istimewa
INTELIJEN.co.id - Berdasarkan investigasi dalam "insiden Sape", di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Komnas HAM menemukan 30 orang luka tembak dan 3 tewas tertembak.
"Berdasarkan investigasi, ada 30 warga luka tertembak dan tiga tewas," kata Ketua Komnas HAM, Ifdhal Kasim saat menggelar keterangan pers di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa 3 Januari 2012, seperti diwartakan situs berita www.itoday.co.id.
Menurut Ifdhal Kasim, investigasi yang dilakukan Komnas HAM berdasarkan olah TKP di pelabuhan Sape dan di Kampung Jala.
"Kita menemuiĀ saksi dan korban, ke Rutan Bima, ke RSUD Bima dan RSUD NTB," ungkapnya.
Selain itu, kata Ifdhal, Komnas HAM juga menemui, jajaran kepolisian, Gubernur NTB, DPRD Provinsi NTB, Bupati Bima, DPRD Kab Bima serta pertemuan dengan organisasi kemahasiswaan dan LSM setempat.
Insiden terjadi saat aparat kepolisian membubarkan secara paksa massa yang menduduki Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima, NTB, yang menolak keberadaan pertambangan PT Sumber Mineral Nusantara, dengan mengeluarkan tembakan.
Media Australia menyebut, tidak banyak orang yang mengetahui mengenai saham Australia yang besar dalam operasi di Bima tersebut, melalui perusahaan tambang negara itu, Arc Exploration.
Partai Hijau Australia, Greens Party, mengatakan Departemen Luar Negeri harus menyelidiki kematian para demonstran.
Namun juru bicara Menteri Luar Negeri, Martin Ferguson mengatakan bahwa masalah itu adalah tanggung jawab utama pemerintah Indonesia.
|