|
alt
INTELIJEN.co.id - Israel akan segera menyebarkan sistem pesan sms ke seluruh wilayahnya, yang memberikan peringatan kepada warganya dari rudal-rudal yang masuk ke wilayahnya yang tidak tercegat, demikian dilaporkan Israel National News, Senin, 2 Janmuari 2012.
Komando terdepan perlindungan negara ini melakukan ujicoba sistem pesan teks pada Minggu, 1 Januari 2012, yang akan memperingatkan penduduk secara real time, sesuai dengan lokasi, dari rudal-rudal dan roket-roket yang masuk.
Ujicoba dilakukan di bagian tengah Israel dalam empat bahasa, Ibrani, Arab, Inggris dan Rusia.
Sistem ini pertama kali diuji selama latihan pertahanan sipil bertitel "Turning Point 5" awal tahun ini, ketika alert dikirim kepada penduduk dari sejumlah daerah di Israel.
Dalam "Turning Point 5" sebelumnya, Juni 2011 lalu, sekitar 250 tentara terlibat berpartisipasi dalam uji coba di daerah Sabuk Gaza.
Ujicoba itu terganggu karena operator "Partner Communications", yang mengoperasikan sistem jaringan telepon Orange, mengeluhkan bahwa sistem alert latihan tidak bekerja pada salah satu jenis merek ponsel .
Sistem SMS memberikan peringatan dini kepada penduduk dalam keadaan darurat, termasuk dari bahaya selain rudal-rudal yang masuk.
Sistem Iron Dome yang baru tapi mahal juga sedang diperluas untuk melindungi warga negara terhadap rudal masuk.
Sistem itu memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi, namun kekurangannya adalah bahwa setiap kota membutuhkan sistem sendiri, yang sangat mahal.
Setiap rudal berbiaya sekitar 100.000 dolar Amerika Serika, sementara roket-roket jarak pendek, Kassam, yang ditembakkan oleh kelompok-kelompok radikal Hamas ke negara itu berbiaya kurang dari 800 dolar Amerika Serikat untuk merakitnya.
Teroris Hamas mulai memproduksi rudal Kassam setelah dimulainya "Intifada Kedua", juga dikenal sebagai "Perang Oslo", 11 tahun lalu.
Roket pertama yang ditembakkan memiliki jangkauan hanya dua mil, tapi jangkauan rudal telah diperbaiki, dan mereka sekarang dapat mencapai pusat-pusat perkotaan seperti Ashkelon.
Satu-satunya sistem peringatan sebelumnya yang telah dikembangkan angkatan bersenjata negara ini, Israel Defense Forces (IDF) adalah sistem "Code Red", sebuah sirene yang dibunyikan setelah peluncuran Kassam terdeteksi, yang memberi waktu hanya 15 detik kepada penduduk di daerah yang dekat dengan Gaza untuk lari mencari perlindungan.
Dalam beberapa bulan terakhir, Israel terus menghadapi roket-roket yang ditembakkan kelompok radikal Hamas, yang disebutnya sebagai aksi terorisme.
|