|
Kim Jong un (Foto: Istimewa)
INTELIJEN.co.id - Kim Jong Un telah diangkat menjadi komandan militer tertinggi Republik Demokratik Rakyat (DPRK) atau lebih dikenal sebagai Korea Selatan, demikian dilaporkan kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, Sabtu, 31 Desember 2011, sebagaimana dilansir Xinhua.
Sebuah pertemuan Biro Politik Komite Sentral Partai Buruh Korea (WPK) yang berkuasa, pada Jumat, 30 Desember 2011, menyatakan bahwa Kim diangkat sebagai pemangku komandan tertinggi Tentara Rakyat Korea berdasarkan wasiat yang dibuat oleh almarhum ayahnya Kim Jong Il pada 8 Oktober 8, kata KCNA.
Menurut KCNA pada pertemuan tersebut, Biro Politik Komite Sentral WPK menyetujui dokumen berjudul "Menjalankan Semangat Besar Membangun Bangsa Maju Berdasarkan Perintah Pemimpin Besar Kamerad Kim Jong Il".
Dokumen itu mengatakan bahwa tentara dan rakyat Korea Utara akan meneruskan dan menyelesaikan pergerakan membangun bangsa sosialis yang berkembang dan ideologi revolusioner "Juche" di bawah kepemimpinan Kim Jong Un, kata KCNA.
Dokumen menekankan kebutuhan untuk mempertahankan Kim Jong Un, putra bungsu Kim Jong Il, sebagai "satu-satunya pusat persatuan, kohesi dan kepemimpinan WPK" dan setia membela dia secara politik dan ideologis.
"Hal itu menyerukan kepada semua anggota partai, militer dan rakyat Korea Utara untuk mengubah kesedihan menjadi seribu kali lipat kekuatan dan keberanian dan perjuangan untuk kemenangan besar yang baru dalam revolusi Juche di bawah pimpinan Kim Jong Un," menurut KCNA.
Kim Jong Un diangkat sebagai wakil ketua Komisi Militer Pusat WPK tahun lalu. Kim Jong Il, yang adalah komandan tertinggi militer Korea Utara, meninggal pada Sabtu, 17 Desember 2011.
Hari berkabung dan upacara pemakaman, berakhir pada Kamis, 29 Desember 2011, dengan sebuah apel massa di Kim Il-sung Pyongyang Square.
Pertemuan pada Jumat itu membahas seruan bersama dari Komite Sentral WPK dan Komisi Militer Pusat untuk menandai seratus tahun kelahiran kakek Kim Jong Un, Kim Il Sung, KCNA menambahkan.
|