Selasa, 22/05/2012 13:31 WIB

Intelijen

Home Warta Sanksi AS Terhadap Bank Sentral Iran, Berdampak Kecil
Sanksi AS Terhadap Bank Sentral Iran, Berdampak Kecil
Senin, 02 Januari 2012 11:54

Foto: IstimewaFoto: Istimewa

INTELIJEN.co.id - Menanggapi sanksi Amerika Serikat terhadap Bank Sentral negaranya, Iran menyatakan bahwa hal itu akan memiliki dampak kecil.

"RUU sanksi yang ditandatangani oleh Presiden AS Barack Obama terhadap Bank Sentral Iran, Central Bank of Iran (CBI) akan memiliki dampak kecil pada operasi," kata spesialis perbankan senior, Taj Mohammad Gajavand, Minggu, 1 Januari 2012, seperti dilaporkan IRNA.

Gajavand mengatakan kepada IRNA bahwa sanksi AS pada Bank Sentral Iran mungkin memiliki dampak sementara pada transaksi dengan mereka mematuhi AS. Jika tidak, tambahnya, ada banyak alternatif untuk menetralisir hukum ekstrateritorial AS.

Dia teringat kesulitan yang diciptakan untuk Iran waktu AS mendukung Irak selama perang perang Iran-Irak (1980-1988). Menurutnya, selama perang, AS mengadopsi hukum ekstrateritorial untuk membatasi transaksi internasional sistem perbankan Iran dan sanksi saat ini tidak lebih dari itu.

Gajavand mengatakan bahwa CBI dapat mengambil tindakan yang tepat untuk menetralisir hukum ekstrateritorial AS melalui barter transaksi dengan bank-bank internasional.

Dia mengatakan bahwa CBI akan melaksanakan transaksi dengan bank internasional dan deposit cadangan mata uang asing dengan mereka.

Spesialis perbankan senior itu mengatakan bahwa CBI akan memanfaatkan layanan dari cabang bank-bank internasional untuk transaksinya.

Dia mengatakan bahwa bank-bank di negara-negara Timur Jauh akan cocok untuk saluran melakukan transaksi.

Dia mengatakan bahwa sanksi ekstrateritorial AS akan lebih lemah daripada sanksi oleh PBB meski perekonomian Iran telah berhasil menyingkirkan dampak merugikan mereka.

Dia mengatakan bahwa CBI akan mengatasi dampak sanksi AS jika melakukan disiplin keuangan dan penghematan ekonomi.

Presiden Barack Obama telah menandatangani RUU pendanaan pertahanan menjadi undang-undang pada Sabtu, 31 Desember 2011, yang memberlakukan sanksi terhadap lembaga keuangan yang berurusan dengan Bank Sentral Iran, meskipun mengungkapkan banyak pengecualian tentang beberapa ketentuannya.

Undang-undang itu, misalnya, meminta pengecualian untuk menghindari mengganggu pasar energi.

Sanksi menargetkan baik bank-bank swasta dan yang dikontrol pemerintah, termasuk bank sentral, dan akan diberlakukan dua sampai enam bulan setelah periode peringatan, tergantung pada transaksi, kata seorang pejabat senior pemerintah Obama, IRNA melaporkan.


 
Pemerintah AS Sedang Upayakan Referendum bagi Papua
INTELIJEN.co.id - Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Marty Natalagewa harus menyataka
Grup AS dalam Pemerintahan SBY
INTELIJEN.co.id - Wikileaks merilis bocoran terbaru kawat-kawat berita dari pos Kedutaan Besar Amer
Jerusalem Center, Minta Cina dan Rusia Cegah Rencana Serangan Israel ke Iran
INTELIJEN.co.id - Dalam beberapa minggu terakhir ini, berbagai artikel dan analisis di media-media
Konflik Freeport, di Tengah Usaha Renegosiasi Kontrak Tambang
INTELIJEN.co.id - Asap hitam membubung di langit Timika, papua. Penerbangan dari dan menuju Bandara
Poin Pidato Kenegaraan Presiden SBY, Jelang 17 Agustus 2011
INTELIJEN.co.id - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini tadi, Selasa 16 Agustus 2011, menyampa
Banner
Banner