|
Rusuh, ilustrasi (Foto: curahbebas.wordpress)
INTELIJEN.co.id - Berbagai kerusuhan yang terjadi di berbagai daerah yang akhir-akhir ini kembali marak di berbegai daerah, tidak terlepas dari aktor intelektual yang berasal dari Jakarta.
"Kerusuhan ini didesain dari Jakarta dengan tujuan perebutan 2014. Dengan adanya rusuh, seolah-olah pemerintahan sekarang ini lemah, dan ini akan dimanfaatkan aktor ini untuk meraih simpati dari rakyat," ungkap pengamat intelijen AC Manullang, Rabu 29 Desember 2011, seperti diwartakan situs www.itoday.co.id
Manullang juga merasa heran, aparat kepolisian seharusnya bisa mengantisipasi massa yang berunjuk rasa di Bima tetapi malah bertindak brutal dan membunuh rakyat.
"Sangat tidak logis, aparat kepolisian tidak bisa memanfaatkan tokoh lokal yang sangat berpengaruh meminta warga tidak memblokir Pelabuhan Sape," ujarnya.
Menurut Manullang, berbagai persoalan agraria yang melibatkan rakyat dan pengusaha akan mudah disulut untuk kerusuhan.
"Persoalan ini, kalau tidak cepat diantisipasi, akan menjadi menjadi kerusuhan dan kelompok tertentu akan mengambil manfaatnya," ujarnya.
Manullang juga mensinyalir, rekayasa kerusuhan SARA juga akan terus dipelihara di Maluku maupun kawasan Indonesia bagian timur.
"Berdasarkan informasi yang saya dapatkan, situasi Ambon masih terus bergejolak. Ini tidak lepas dari kepentingan elit di Jakarta," papar Manullang.
Selain itu, Manullang juga mengingatkan, persoalan Syiah akan mudah menjadi pemicu kerusuhan.
"Selama ini hubungan Sunni-Syiah baik-baik saja, tetapi ada upaya yang membenturkan dan ini telah terjadi di Madura, mungkin di daerah lain bisa terjadi seperti ini," ungkapnya.
Ditanya lebih lanjut, siapa aktor intelektual ini, Manullang hanya mengatakan, orang ini memiliki jaringan yang kuat, dana, dan berambisi dalam perebutan 2014.
|