|
Foto: tempointeraktif.com
INTELIJEN.co.id - Pembakaran di kompleks Pondok Pesantren Syiah di Kabupaten Sampang, Madura akibat penyebaran kebencian yang dilakukan para tokoh agama setempat.
"Kekerasan yang terjadi Kompleks Pesantren Syiah di Madura akibat syiar kebencian yang diintensifikasi para tokoh agama," kata peneliti SETARA Institute, Ismail Hasani, seperti diwartakan situs berita www.itoday.co.id, Jumat, 30 Desember 2011.
Menurut Ismail, syiar kebencian itu direproduksi secara terus menerus oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sampang, MUI se-Madura, Pimpinan Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Sampang dan Badan Silaturahmi Ulama se-Madura.
"Tokoh-tokoh agama ini telah menyebarkan kebencian ke Syiah," ungkapnya.
Ismail menambahkan, bahwa konflik antara Syiah dengan Sunni di Dusun Nangkrenang, Karang Gayam, Omben, berawal tahun 2004.
Lanjutnya, perselisihan ini dimulai antara Tajul Muluk dengan Kyai Ali Karar bersama sejumlah santrinya pada 2004. Tajul Muluk adalah ketua Ikatan Jamaah Ahl Bait (JABI) Sampang yang juga alumni Yayasan Pesantren Islam (YAPI) Bangil, Pasuruan.
Sebelumnya, dalam konferensi pers pada Kamis, 29 Desember 2011, SETARA Institute mendesak aparat kepolisian melakukan penegakan hukum terhadap pelaku pengrusakan dan pembakaran.
"Aparat yang membiarkan ini harus diperiksa, termasuk kemungkinan menjatuhkan sanksi karena pembiaran yang dilakukan," desak SETARA Institute.
Kasus pembakaran kompleks pondok pesantren Syiah di Sampang, terjadi pada Kamis pagi, 29 Desember 2011, sekitar pukul 10.00 wib.
|