Selasa, 22/05/2012 13:26 WIB

Intelijen

Home Warta Korsel, AS, Jepang Rencanakan Adakan Perundingan Pasca-Kim Bulan Depan
Korsel, AS, Jepang Rencanakan Adakan Perundingan Pasca-Kim Bulan Depan
Kamis, 29 Desember 2011 14:19

Foto: Yonhap NewsFoto: Yonhap News

INTELIJEN.co.id - Sementara upacara akhir meninggalnya Kim Jong-il berlangsung hari ini, Kamis, 29 Desember 2011, dengan apel massa di Kim Il-sung Pyongyang Square, sehari sebelumnya tiga negara yang selama ini terlibat "persinggungan" dengan Korea Utara telah berdiskusi untuk membicarakan perkembangan setelah kematian Kim.

Korea Selatan, Amerika Serikat dan Jepang berencana untuk mengadakan pertemuan trilateral diplomat senior mereka di Washington bulan depan untuk konsultasi tentang Korea Utara setelah kematian Kim Jong-il, seorang pejabat senior mengatakan Rabu, 28 Desember 2011, seperti dilaporkan Yonhap News.

"Ketiga negara telah terlibat diskusi guna memastikan tanggal pertemuan antara utusan kepala nuklir Korea Selatan, Lim Sung-nam, rekannya dari Jepang, Shinsuke Sugiyama, dan diplomat tinggi Washington di Asia, Kurt Campbell," kata seorang pejabat di kementerian luar negeri Korea Selatan yang tidak disebutkan namanya.

Menurut pejabat itu, tanggal belum diputuskan namun kemungkinan pertemuan trilateral yang akan diadakan pada minggu ketiga bulan Januari.

Jika disetujui, itu akan menjadi "perundingan tiga-langkah" yang pertaman antara Seoul, Washington dan Tokyo sejak kematian Kim pada 17 Desember 2011.

Campbell, asisten menteri luar negeri AS untuk urusan Asia dan Pasifik, berencana mengunjungi Korea Selatan, Cina dan Jepang pekan depan, dan ini akan menjadi kunjungan pertama oleh seorang diplomat senior AS ke Asia Timur sejak kematian Kim, kata pejabat tersebut.

Korea Utara mengadakan prosesi pemakaman besar bagi Kim pada hari Rabu dan berakhir hari ini. Putra sang mantan pemimpin sekaligus penggantinya, Kim Jong-un, tampaknya telah dikukuhkan memegang kekuasaan setelah kematian Kim.

Namun, para ahli tetap waspada pada transisi kepemimpinan, mengingat usia muda Kim muda, yang diyakini berusia 20-an akhir, dan kurangnya persiapan untuk mengambil alih rezim komunis.

Juga pada Rabu, utusan kepala nuklir Korea Selatan, Lim Sung-nam, berangkat ke AS untuk mengadakan pembicaraan setelah kematian Kim dan bagaimana de-nuklirisasi Utara.

Selama tinggal dua hari, Lim akan bertemu Glyn Davies, perwakilan khusus AS mengenai kebijakan Korea Utara, dan pejabat senior lainnya, kementerian luar negeri Seoul mengatakan.

Upaya diplomatik untuk melanjutkan pembicaraan enam pihak guna mengakhiri program senjata nuklir Utara telah mendapatkan momentum tahun ini, tetapi kematian Kim kembali meninggalkan prospek tidak pasti pembicaraan.

Pembicaraan nuklir enam pihak, melibatkan dua Korea, Cina, Jepang, Rusia dan AS, dan telah aktif sejak akhir 2008.


 
Pemerintah AS Sedang Upayakan Referendum bagi Papua
INTELIJEN.co.id - Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Marty Natalagewa harus menyataka
Grup AS dalam Pemerintahan SBY
INTELIJEN.co.id - Wikileaks merilis bocoran terbaru kawat-kawat berita dari pos Kedutaan Besar Amer
Jerusalem Center, Minta Cina dan Rusia Cegah Rencana Serangan Israel ke Iran
INTELIJEN.co.id - Dalam beberapa minggu terakhir ini, berbagai artikel dan analisis di media-media
Konflik Freeport, di Tengah Usaha Renegosiasi Kontrak Tambang
INTELIJEN.co.id - Asap hitam membubung di langit Timika, papua. Penerbangan dari dan menuju Bandara
Poin Pidato Kenegaraan Presiden SBY, Jelang 17 Agustus 2011
INTELIJEN.co.id - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini tadi, Selasa 16 Agustus 2011, menyampa
Banner
Banner