|
Kamis, 29 Desember 2011 09:01 |
|
Foto: theaustralian.com.au
INTELIJEN.co.id - Upacara akhir meninggalnya pemimpin Korea Utara Kim Jong-il akan berlangsung di salju yang menutupi jalan-jalan ibukota hari ini.
Seperti kejadian kemarin penjelasan rinci dari apa yang akan terjadi tetap menjadi rahasia yang dijaga ketat.
Masa berkabung resmi diharapkan berakhir dengan sebuah apel massa di Kim Il-sung Pyongyang Square. Nama tempat ini diambil dari nama ayah Kim Jong-il.
Pada satu titik waktu di seluruh negara akan berhenti selama tiga menit untuk mengheningkan cipta. Sementara mobil, kapal dan kereta api membunyikan suara klakson.
Peristiwa hari ini juga akan mencakup penegasan pemimpin baru Korea Utara Kim Jong-un, dan potret besar dari Kim Jong-il akan kembali ditampilkan.
Cuaca buruk musim dingin Korea Utara, yang telah memperlihatkan hujan salju berat di Pyongyang, diharapkan tidak menghentikan puluhan ribu orang yang menghadiri apel massa.
Salah satu mitos seputar Kim Jong-il adalah bahwa ia bisa mengendalikan cuaca dan media pemerintah melaporkan cuaca yang dingin dan liar yang menyertai kematiannya.
Suhu di Pyongyang akan turun lagi di bawah minus 10 derajat hari ini.
Kemarin di pemakaman tiga jam, tubuh Kim Jong-il diantar dengan mobil melalui jalan-jalan tertutup salju di ibukota Korea Utara.
Televisi negara memperlihatkan iring-iringan yang didahului oleh potret raksasa "Pemimpin Tercinta" bergerak perlahan melewati Kumsusan Memorial Palace di Pyongyang.
Ribuan tentara membungkuk serempak saat peti mati itu diarak, sebelum kemudian mereka menangis.
Kim Jong-un berjalan di samping limusin yang membawa tubuh ayahnya. Dia memberi hormat saat dia berjalan.
Ia didampingi oleh pejabat tinggi militer dan sipil, termasuk pamannya yang berpengaruh, Jang Song-Thaek.
warga Korea Utara yang ditampilkan pada televisi lokal menangis tak terkendali saat iring-iringan mobil melewati jalan-jalan di Pyongyang melalui serangkaian penjaga kehormatan militer.
Akhirnya pemakaman kenegaraan yang rumit itu berakhir di samping Kumsusan Memorial Palace. Di tempat ini tubuh Kim Jong-il akan tetap dipajang.
Laporan media Korea Selatan menyatakan bahwa truk bunga telah didatangkan dari Cina dan mengatakan sekelompok pembalsem Rusia dalam perjalanan ke Pyongyang untuk membalsem tubuh Kim.
Pemakaman dua hari itu dianggap penting bagi Kim Jong-un untuk membangun basis kekuasaannya.
Kim Jong-un akan menjadi anggota ketiga dari keluarga untuk menjalankan kekuasaan negara.
Kim Jong-il memimpin Korea Utara di tengah kelaparan pada 1990-an yang menewaskan ratusan ribu orang dan ekonomi runtuh, tapi ia terus menekankan kepemimpinannya dengan uji coba rudal dan program senjata nuklir yang mendapat sanksi internasional negaranya.
Masih ada kekurangan kronis dan badan-badan PBB mengatakan enam juta orang --seperempat dari penduduk-- sangat membutuhkan makanan.
Sumber: ABC News
|