Selasa, 22/05/2012 13:25 WIB

Intelijen

Home Warta Lindungi Keamanan Nasional, Malaysia akan Produksi Sendiri Software Cyber Information Security
Lindungi Keamanan Nasional, Malaysia akan Produksi Sendiri Software Cyber Information Security
Rabu, 28 Desember 2011 17:02

Ilustrasi (Foto: Istimewa)Ilustrasi (Foto: Istimewa)

INTELIJEN.co.id - Malaysia membutuhkan untuk memproduksi sendiri perangkat lunak cyber information security sebab ketergantungan pada perangkat lunak asing berisiko ada kebocoran informasi dan penerobosan intelijen.

Dekan Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Universiti Putra Malaysia (UPM), Prof Dr Ramlan Mahmod, mengatakan bahwa infiltrasi bisa terjadi secara diam-diam seperti saat ini karena kurangnya pemahaman tentang aliran logika kode sumber yang digunakan oleh perangkat lunak asing.

"Pada saat ini, tidak ada perangkat lunak yang mampu memeriksa kode sumber dari perangkat lunak lain untuk memastikan perangkat lunak yang digunakan aman. Untuk realisasi dari teknologi informasi, negara membutuhkan pengetahuan teknis dalam keamanan informasi dan keahlian dalam berbagai bidang seperti ilmu komputer, matematika dan teknik," katanya kepada Bernama, Rabu, 28 desember 2011.

Dia mengatakan untuk memperoleh keahlian itu, Malaysia memerlukan pekerjaan-pekerjaan dasar seperti pelatihan lebih banyak ahli dalam teknologi informasi dan dengan membawa teknologi yang lebih maju dari luar ke negara itu.

Dr Ramlan mengatakan kebocoran informasi dapat terjadi dalam dua situasi, yaitu ketika data dalam transmisi dan hacking dari data yang ada dalam penyimpanan.

"Untuk mencegah hacker menyerang data dalam transmisi atau akses ilegal ke penyimpanan data, informasi dapat dienkripsi atau disembunyikan. Ini adalah dasar dari informasi dan pengembangan perangkat lunak penting untuk memastikan pertahanan cyber kami," katanya.

Dia mengatakan pemerintah perlu memainkan peran besar untuk membuat sebuah sistem pertahanan cyber yang kuat. Menurutnya, untuk itu, dibutuhkan komitmen, keahlian keuangan, legislasi dan pengawasan terus menerus.

"Keamanan cyber sama dengan keamanan nasional yang melibatkan banyak aspek operasional seperti pencegahan, pertahanan, mendeteksi, kecerdasan dan menyerang. Ini juga perlu pengetahuan teknis sophiscated dalam keamanan informasi dan peningkatan terus menerus dengan mempertimbangkan kemampuan hacker, juga peningkatan serangan mereka," katanya.


 
Pemerintah AS Sedang Upayakan Referendum bagi Papua
INTELIJEN.co.id - Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Marty Natalagewa harus menyataka
Grup AS dalam Pemerintahan SBY
INTELIJEN.co.id - Wikileaks merilis bocoran terbaru kawat-kawat berita dari pos Kedutaan Besar Amer
Jerusalem Center, Minta Cina dan Rusia Cegah Rencana Serangan Israel ke Iran
INTELIJEN.co.id - Dalam beberapa minggu terakhir ini, berbagai artikel dan analisis di media-media
Konflik Freeport, di Tengah Usaha Renegosiasi Kontrak Tambang
INTELIJEN.co.id - Asap hitam membubung di langit Timika, papua. Penerbangan dari dan menuju Bandara
Poin Pidato Kenegaraan Presiden SBY, Jelang 17 Agustus 2011
INTELIJEN.co.id - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini tadi, Selasa 16 Agustus 2011, menyampa
Banner
Banner