|
Ilustrasi (Foto: Istimewa)
INTELIJEN.co.id - Malaysia membutuhkan untuk memproduksi sendiri perangkat lunak cyber information security sebab ketergantungan pada perangkat lunak asing berisiko ada kebocoran informasi dan penerobosan intelijen.
Dekan Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Universiti Putra Malaysia (UPM), Prof Dr Ramlan Mahmod, mengatakan bahwa infiltrasi bisa terjadi secara diam-diam seperti saat ini karena kurangnya pemahaman tentang aliran logika kode sumber yang digunakan oleh perangkat lunak asing.
"Pada saat ini, tidak ada perangkat lunak yang mampu memeriksa kode sumber dari perangkat lunak lain untuk memastikan perangkat lunak yang digunakan aman. Untuk realisasi dari teknologi informasi, negara membutuhkan pengetahuan teknis dalam keamanan informasi dan keahlian dalam berbagai bidang seperti ilmu komputer, matematika dan teknik," katanya kepada Bernama, Rabu, 28 desember 2011.
Dia mengatakan untuk memperoleh keahlian itu, Malaysia memerlukan pekerjaan-pekerjaan dasar seperti pelatihan lebih banyak ahli dalam teknologi informasi dan dengan membawa teknologi yang lebih maju dari luar ke negara itu.
Dr Ramlan mengatakan kebocoran informasi dapat terjadi dalam dua situasi, yaitu ketika data dalam transmisi dan hacking dari data yang ada dalam penyimpanan.
"Untuk mencegah hacker menyerang data dalam transmisi atau akses ilegal ke penyimpanan data, informasi dapat dienkripsi atau disembunyikan. Ini adalah dasar dari informasi dan pengembangan perangkat lunak penting untuk memastikan pertahanan cyber kami," katanya.
Dia mengatakan pemerintah perlu memainkan peran besar untuk membuat sebuah sistem pertahanan cyber yang kuat. Menurutnya, untuk itu, dibutuhkan komitmen, keahlian keuangan, legislasi dan pengawasan terus menerus.
"Keamanan cyber sama dengan keamanan nasional yang melibatkan banyak aspek operasional seperti pencegahan, pertahanan, mendeteksi, kecerdasan dan menyerang. Ini juga perlu pengetahuan teknis sophiscated dalam keamanan informasi dan peningkatan terus menerus dengan mempertimbangkan kemampuan hacker, juga peningkatan serangan mereka," katanya.
|