|
Amir Mirzai Hekmatai (Foto: Fars News Agency)
INTELIJEN.co.id - Iran, pada Selasa, 26 Desember 2011, memulai persidangan warga Amerika Serikat, Amir Mirzayee Hekmati, yang dituduh sebagai mata-mata Central Intelligence Agency (CIA).
Selama persidangan, Amir Mirzai Hekmati, mengaku motivasi di balik upaya penyusupannya ke sistem intelijen Republik Islam Iran sebagai agen CIA.
"Dalam misi ini, saya tertipu oleh CIA, dan meskipun saya telah memasuki Iran dengan misi menyusup ke sistem intelijen Republik Islam Iran dan untuk mendapatkan sumber baru bagi CIA, saya tidak bermaksud untuk memukul Iran, "kata Mirzai Hekmati, seperti dilaporkan kantor berita FARS.
Kementerian Intelijen Iran mengumumkan, Sabtu, 17 Desember 2011, bahwa mereka telah menangkap seorang mata-mata CIA di Iran, yang kemudian diidentifikasi sebagai Amir Mirzai Hekmati, warga negara AMerika Serikat kelahiran Iran.
Dalam sebuah pernyataan, pihak kementerian mengatakan bahwa mata-mata itu adalah seorang analis CIA yang bertugas melaksanakan operasi intelijen yang kompleks dan penyusupan terhadap aparat intelijen Iran.
Hekmati, 28 tahun, adalah mantan Marinir AS yang lahir di Amerika Serikat dari sebuah keluarga imigran Iran.
Dalam sebuah tayangan di televisi pemerintah Iran pertengahan Desember lalu, Hekmati yang fasih berbahasa Persia dan Inggris mengatakan bahwa ia adalah seorang agen CIA yang dikirim untuk menyusup di kementerian intelijen Iran.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Victoria Nuland, pada Selasa 20 Desemebr 2011, membantah bahwa Amir Mirzai Hekmati adalah mata-mata CIA.
|