Selasa, 22/05/2012 13:20 WIB

Intelijen

Home Warta Al-Qaeda di Irak Klaim Bertanggung Jawab atas Serangan di Baghdad
Al-Qaeda di Irak Klaim Bertanggung Jawab atas Serangan di Baghdad
Selasa, 27 Desember 2011 15:56

Foto: IstimewaFoto: Istimewa

INTELIJEN.co.id - Kelompok militan Al-Qaeda di Irak, mengaku bertanggung jawab atas serentetan serangan bom mematikan di Baghdad pada Kamis pekan lalu yang menewaskan dan melukai ratusan warga Irak.

The self-styled Islamic State of Iraq (ISI), front al-Qaeda di negara itu, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diposting di sebuah situs Islam, yang dilansir Xinhua, Selasa 27 Desember 2011, bahwa serangan yang dimaksudkan untuk mendukung orang-orang Sunni di penjara oleh pemerintah yang didominasi Syiah dan balas dendam para tahanan Sunni yang dieksekusi oleh pemerintah.

Pernyataan itu mengatakan serangan menargetkan markas keamanan dan patroli militer, termasuk sebuah bom mobil bunuh diri di dekat gedung Komisi Integritas Irak di distrik pusat Karradah Baghdad.

Pernyataan itu mengancam bahwa serangan pada Kamis itu adalah hanya salah satu serangan hari-hari ini yang mana pemerintah Syiah akan menyaksikan segera.

Keaslian pernyataan tersebut tidak dapat segera diverifikasi.

Pada hari Kamis, 23 Desember, 2011, serangkaian serangan bom mematikan mengguncang Baghdad di pagi hari, menewaskan total 63 orang dan melukai 185 orang. Serangan ini terjadi beberapa hari setelah penarikan pasukan AS dari negara itu.

Serangan paling mematikan terjadi di distrik Karradah di Baghdad pusat, ketika sebuah ledakan kuat meledak di luar gedung Komisi Integritas, menewaskan 23 orang dan melukai 46 lainnya.

Serangan terjadi di tengah usaha keras yang tumbuh di antara kelompok Syiah di bawah pemimpin terkemuka Perdana Menteri Nuri al-Maliki dan saingan politiknya, karena keputusan penarikan pasukan AS beberapa hari yang lalu, meninggalkan kurang dari 200 personel di negara itu pada misi pelatihan.

Penarikan terakhir militer AS dari Irak berlangsung lebih awal sebelum tenggat waktu 31 Desember 2011. Menteri Pertahanan Amerika Serikat Leon Panetta pada Minggu, 18 Desember 2011, menandatangani dokumen resmi mengakhiri Perang Irak, setelah pasukan tempur terakhir AS meninggalkan negara itu.


 
Pemerintah AS Sedang Upayakan Referendum bagi Papua
INTELIJEN.co.id - Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Marty Natalagewa harus menyataka
Grup AS dalam Pemerintahan SBY
INTELIJEN.co.id - Wikileaks merilis bocoran terbaru kawat-kawat berita dari pos Kedutaan Besar Amer
Jerusalem Center, Minta Cina dan Rusia Cegah Rencana Serangan Israel ke Iran
INTELIJEN.co.id - Dalam beberapa minggu terakhir ini, berbagai artikel dan analisis di media-media
Konflik Freeport, di Tengah Usaha Renegosiasi Kontrak Tambang
INTELIJEN.co.id - Asap hitam membubung di langit Timika, papua. Penerbangan dari dan menuju Bandara
Poin Pidato Kenegaraan Presiden SBY, Jelang 17 Agustus 2011
INTELIJEN.co.id - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini tadi, Selasa 16 Agustus 2011, menyampa
Banner
Banner