|
Foto: Istimewa
INTELIJEN.co.id - Selama sepuluh hari, sejak Sabtu, 24 Desember 2011, Iran menggelar latihan militer di Teluk Persia. Latihan perang bertajuk "Naval War Game Velayat 90", menurut IRNA dengan mengutip pernyataan komandan angkatan laut negara ini, Laksamana Habibullah Amir Sayari, akan digelar di area yang luas.
"Latihan dimulai dari sisi timur Selat Hormuz di Teluk Oman ke Samudra Hindia bagian utara, meliputi area sekitar Oman, Yaman, Pakistan, India, dan Somalia utara, dan akan dilakukan sesuai dengan peraturan internasional," kata Sayari.
Menurut Sayari, latihan perang bertujuan untuk menunjukkan kemauan dan tekad angkatan bersenjata dan bangsa Iran, pertahanan yang komprehensif, dan mengirim pesan perdamaian ke wilayah.
"Manuver-manuver dalam latihan akan menampilkan kehebatan angkatan bersenjata Iran serta pertahanan dan daya tangkal angkatan laut, dan yang kemampuan untuk memberikan keamanan bagi kapal-kapal berlayar di laut terbuka," kata Sayari pada hari ketiga latihan seperti dilaporkan IRNA.
Media Israel menyoroti, latihan perang di selat Hormuz oleh angkatan bersenjata Iran adalah bentuk peningkatan manuver mereka seiring spekulasi baru sekitar kemungkinan serangan udara Israel atau Amerika Serikat terhadap situs nuklir negara Iran.
Iran juga dituding berencana menutup selat Hormuz, sebuah rute transit penting bagi pengiriman minyak internasional.
Sejauh ini, pihak Iran menyatakan tidak memiliki rencana menutup Selat Hormuz, termasuk yang dikemukakan Sayari terkait latihan perang yang digelar angkatan laut negaranya.
Meski demikian, ancaman menutup Selat Hormuz tetap mengemuka, seperti dimunculkan seorang anggota parlemen Iran, pekan lalu.
Hossein Ebrahimi, wakil kepala Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, mengatakan bahwa jika Barat menjatuhkan sanksi minyak di Republik Islam, Iran akan menutup Selat Hormuz dan tidak akan mengizinkan negara lain untuk ekspor minyak melalui perairan strategis tersebut, kata kantor berita lokal, Mehr.
Parviz Sorouri, seorang anggota komisi, juga mengatakan bahwa Iran berencana berlatih kemampuan untuk menutup Selat Hormuz, salah satu bagian dunia yang paling penting untuk ekspor minyak mentah dan produk minyak dari negara-negara pesisir Teluk Persia.
"Saat ini, kawasan Timur Tengah memasok 70 persen kebutuhan energi dunia, yang (sebagian besar) diangkut melalui Selat Hormuz. Kami akan mengadakan latihan untuk menutup Selat Hormuz dalam waktu dekat," kata Sorouri.
Sorouri mengancam ketidakamanan dunia, jika wilayah Iran dibuat tidak aman.
"Jika dunia ingin membuat wilayah ini tidak aman, Iran akan membuat dunia tidak aman," kata Sorouri.
|