|
Sistem Anti-rudal Arrow 3 (Foto: Wikimedia)
INTELIJEN.co.id - Amerika Serikat akan menaikkan pemberian bantuan khusus untuk Israel dalam rangka pengembangan dan implementasi sistem anti-rudal, surat kabar keuangan Golden Globes melaporkan pada hari Kamis, 23 Desember 2011.
Menurut laporan itu, seperti dilansir Israel National Nesw, Komite DPR dan Senat tentang Pengalokasian Anggaran menyetujui bantuan berikut permintaan oleh Pemerintah AS untuk menyetujui bantuan sebesar 106,1 juta dolar AS untuk sistem pertahanan udara anti-balistik jarak jauh Arrow 3, program peningkatan kemampuan dasar sistem Arrow, dan untuk sistem anti-rudal jarak menengah Sling David.
Kedua Komite Alokasi jauh melampaui permintaan, dan meningkatkan jumlah bantuan dari 129 ke 235,7 juta dolar AS pada tahun 2012, Golden Globes mencatat. Laporan ini didasarkan pada informasi yang pertama kali dipublikasikan di website Inside Defense.
Bantuan untuk ketiga program tersebut didasarkan pada asumsi bahwa Israel akan mengalokasikan jumlah yang sama dalam anggaran untuk ketiga program, Globes mencatat.
Laporan itu menambahkan bahwa Michael Oren, duta besar Israel untuk Amerika Serikat, dan Ezra Aviv, Konselor untuk Urusan Kongres di Kedutaan Besar Israel di Washington DC, memainkan peran penting dalam pembicaraan dengan anggota parlemen pada bulan sebelum keputusan.
Steve Rothman, Perwakilan AS untuk distrik 9 New Jersey dan anggota DPR Sub-komite Alokasi Pertahanan, mengatakan bahwa program anti-rudal Israel memajukan kepentingan AS di Timur Tengah.
"Penyebaran rudal dan roket di seluruh dunia, dimulai dengan Iran dan Hizbullah dan berakhir dengan Gaza dan Suriah adalah ancaman langsung bagi keamanan nasional AS," kata Rothman sebagaimana dikutip Inside Defense.
"Musuh kita tahu mereka tidak dapat mengatasi hanya dengan kekuatan gabungan adidaya militer dunia (AS) dan kekuatan militer paling kuat di Timur Tengah (Israel). Bantuan ini merupakan gambaran terbaru yang belum pernah terjadi sebelumnya dari kerjasama militer dan intelijen antara kedua negara", tambah Rothman
Awal pekan ini, Komandan Angkatan Udara Ketiga Militer AS, Letnan Jenderal Frank Gorenc, akan tiba di Israel untuk mempersiapkan latihan gabungan antara Angkatan Udara Israel dan Angkatan Darat AS.
Latihan 'Austere Challenge' (AC) akan dilangsungkan tahun depan, dan kunjungan Letjen Gorenc akan memperkuat hubungan dan koordinasi antara aparat, tulis situs Israel Air Force, IAF.
|