Selasa, 22/05/2012 13:15 WIB

Intelijen

Home Warta Spyware Israel Jatuh ke Iran
Spyware Israel Jatuh ke Iran
Sabtu, 24 Desember 2011 09:52

Foto: BloombergFoto: Bloomberg

INTELIJEN.co.id - Departemen Pertahanan Israel akan menyelidiki kebenaran laporan mengenai perangkat lunak pengawasan internet (internet-monitoring software) buatan negaranya yang sedang di Iran.

Channel Berita 10, mengutip Departemen Pertahanan, mengatakan, bahwa tindakan yang sesuai akan diputuskan berdasarkan temuan dari penyelidikan, Israel National News melaporkan, Jum'at, 23 Desember 2011.

Sebelumnya, majalah ekonomi dan keuangan yang berbasis di New York, Bloomberg, melaporkan bahwa distributor perangkat lunak RanTek di Denmark telah melucuti kemasan dan label produk yang dihasilkan oleh perusahaan Israel, Allot Communications, dan kemudian menjual kembali perangkat lunak itu ke Iran.

Menurut pejabat berwenang Israel, yang menyatakan tidak tahu soal pendistribusian perangkat lunak tersebut ke Iran, bahwa penjualan itu melanggar kebijakan ketat yang melarang Israel "berdagang dengan musuh" termasuk pengiriman yang mencapai Iran, Suriah dan Libanon.

"Kami tidak mengotorisasi penjualan ke Iran. Jika ada produk Israel telah dikirim ke Iran oleh RanTek, itu akan merupakan pelanggaran kontrak, kata seorang juru bicara Departemen Perindustrian dan Perdagangan Israel kepada Bloomberg.

Meski demikian, ahli teknologi, mengatakan bahwa pemindaian teknologi internet untuk sistem running seperti yang dihasilkan oleh Allot sudah menjadi standar industri.

Perusahaan-perusahaan Barat telah menemukan banyak kasus di mana perangkat lunak mereka didistribusikan ke negara-negara yang digunakan untuk melacak dan memata-matai pembemrontak, termasuk Iran, Bahrain, Suriah dan Tunisia.

Jauh sebelumnya, sistem tersebut juga telah digunakan sebagai sarana untuk memerangi pembajakan perangkat lunak dan digunakan untuk deep-packet inspection (DPI) dan sistem pengawasan email oleh
rezim-rezim represif.

Eksekutif Allot mengatakan perangkat lunak yang mencapai Iran paling cocok untuk mengelola lalu lintas Internet internal perusahaan dan tidak memiliki kapasitas untuk skala luas pengawasan internet.

Namun para pengamat industri mengatakan penyalahgunaan secara luas perangkat lunak tersebut dalam melanggar hak asasi manusia oleh rezim-rezim diktator. Setiap perangkat lunak tersebut harus dirancang
dengan jaminan keamanan perjalanan di tempat, kata mereka.

"Saya tidak bisa membayangkan DPI bisa diekspor ke Iran tanpa kekhawatiran," kata Ben Wagner, dari European University Institute di Italia, kepada Bloomberg.

Analis keamanan mengatakan sistem pembayaran perusahaan perangkat lunak Israel tidak bekerja, dan sistem perizinan ekspor dengan pembatasan ketat seperti yang ada untuk penjualan senjata, mungkin diperlukan untuk memperbaiki masalah.


 
Pemerintah AS Sedang Upayakan Referendum bagi Papua
INTELIJEN.co.id - Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Marty Natalagewa harus menyataka
Grup AS dalam Pemerintahan SBY
INTELIJEN.co.id - Wikileaks merilis bocoran terbaru kawat-kawat berita dari pos Kedutaan Besar Amer
Jerusalem Center, Minta Cina dan Rusia Cegah Rencana Serangan Israel ke Iran
INTELIJEN.co.id - Dalam beberapa minggu terakhir ini, berbagai artikel dan analisis di media-media
Konflik Freeport, di Tengah Usaha Renegosiasi Kontrak Tambang
INTELIJEN.co.id - Asap hitam membubung di langit Timika, papua. Penerbangan dari dan menuju Bandara
Poin Pidato Kenegaraan Presiden SBY, Jelang 17 Agustus 2011
INTELIJEN.co.id - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini tadi, Selasa 16 Agustus 2011, menyampa
Banner
Banner