|

INTELIJEN.co.id - Media Slovakia telah menerima beberapa halaman laporan pengawasan lain yang diduga disusun oleh badan intelijen negara ini, Slovak Intelligence Service (SIS), setelah kebocoran sebelumnya mengenai percakapan telepon yang disadap antara mantan Menteri Dalam Negeri, Robert Kalinak, dan wartawan harian Pravda, Vavrova Vanda. Menurut situs berita www.aktualne.sk, yang dilansir Xinhua, persetujuan penyadapan dari 2005-2009, telah dikirim ke sejumlah media setempat pada hari Selasa, 21 Desember 2011.
Kebocoran termasuk informasi operasi yang diberi nama Gorilla dan Gorilla 1, yang bertujuan mengumpulkan informasi intelijen pada dugaan kegiatan keuangan kelompok Penta. Laporan itu juga menyebutkan nama-nama pengusaha yang banyak berpengaruh.
SIS menyatakan keraguan atas kredibilitas bahan-bahan yang bocor.
Sikap SIS berbagi dengan partai oposisi, Smer-SD, yang namanya juga ditampilkan dalam laporan.
"Kami membacanya, meskipun pada pandangan pertama terlihat seperti palsu," kata juru bicara pihak Smer-SD, Erik Tomas.
Di sisi lain, mantan Menteri Pertahanan, Lubomir Galko, yang dipecat oleh Perdana Menteri, Iveta Radicova, atas dugaan memerintahkan Dinas Intelijen Militer (Vos) untuk menguping wartawan surat kabar Pravda, percaya bahwa kasus ini harus diselidiki secara menyeluruh.
"Hal ini terlihat jauh lebih otentik dalam hal pengumpulan intelijen daripada transkripsi dari Robert Kalinak dan wartawan Pravda," kata Galko.
Lubomir Galko secara resmi diberhentikan dari jabatannya sebagai Menteri Pertahanan oleh Presiden Ivan Gasparovic pada Rabu, 23 November 2011 atas dugaan skandal memata-matai media.
Media lokal melaporkan, badan intelijen militer, VOs, yang berada dalam pengawasan kementerian pertahanan yang dipimpin oleh Lubomir Galko, ketahuan menguping wartawan negara itu.
Galko menerima keputusan dari Presiden Ivan Gasparovic di Istana Presiden. Keputusan pemberhentiannya diumumkan sebelumnya oleh Perdana Menteri Iveta Radicova.
|