|
Kamis, 22 Desember 2011 18:28 |
|
Kampus Universitas Indonesia (Foto: tribunnews)
INTELIJEN.co.id - Program deradikalisasi yang digagas Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mendapat tempat di lingkungan kampus, termasuk Universitas Indonesia. Hanya saja, program itu dikhawatirkan tidak berdampak positif bagi kalangan intelektual dan dipakai aparat intelijen untuk masuk kampus.
"Jika di UI ada agenda seperti itu, sah-sah saja BNPT memberinya dana. Saya kira BNPT akan bersuka cita jika ada yang mau diajak mendukung programnya yang disebut deradikalisasi. Hanya, pada waktunya nanti, belum tentu penggelontoran dana dari BNPT akan berdampak positif bagi citra kalangan intelektual," kata Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF) Pusat Mustofa B Nahrawardaya, seperti diwartakan situs www.itoday.co.id, Kamis, 22 Desember 2011.
Menurut Mustofa, program deradikalisasi di kampus juga akan dapat dipakai aparat intelijen untuk masuk ke lingkungan kampus, dan dikhawatirkan ada penyalagunaan.
"Upaya deradikalisasi melalui kampus, bisa dipakai oleh aparat intelijen untuk masuk ke lingkungan perguruan tinggi. Jika untuk tujuan baik tidak apa-apa. Namun, saya mengkhawatirkan ada penyalahgunaan," katanya.
Terkait hal itu, Mustofa meminta UI agar berhati-hati, khususnya kepada para mahasiswa terkait program deradikalisasi BNPT.
Selama hampir satu bulan, serangkaian kegiatan bertajuk "Peacebuilding 2011" diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI bekerjasama dengan Badan Nasional Penanngulangan terorisme (BNPT).
Kegiatan yang dimulai sejak tanggal 6 dan ditutup pada 23 Desember itu, meliputi pengumpulan tanda tangan kepedulian dukungan masyarakat terhadap isu anti-kekerasan dan terorisme, lomba poster peace building 2011, dan berbagai diskusi serta acara lain.
|