|
Pasukan Keamanan Inggris (Foto: National Post)
INTELIJEN.co.id - Inggris telah mengumumkan sebelumnya, bahwa negaranya akan menaikkan tingkat ancaman terorisme selama Olimpiade London musim panas mendatang. Saat ini otoritas Inggris menetapkan tingkat ancaman terorisme pada poin tiga di bawah skala lima poin, demikian dilaporkan Voice of Russia, Rabu, 21 Desember 2011.
Pihak berwenang Inggris, menurut saluran radio Rusia itu, memberikan perhatian khusus untuk keamanan Olimpiade 2012 mendatang di London, yang akan digelar pada 27 Juli 2012 hingga 12 Agustus 2012.
Para pengamat memperkirakan, hampir 24.000 agen keamanan akan ditugaskan mengamankan Olimpiade dan para atlit. Prajurit Inggris diharapkan memenuhi separuh lebih dari jumlah itu.
Selain itu, Menteri Pertahanan Philip Hammond pada November, seperti dikutip Voice of Russia, mengatakan The Olympic Park di Stratford, London timur, akan dilindungi oleh rudal-rudal anti serangan udara.
Hammond membuat pernyataan itu menyusul munculnya laporan bahwa Amerika Serikat tidak puas dengan cara pemerintah Inggris dalam menjamin keamanan Olimpiade mendatang.
Secara khusus, harian Inggris, Guardian, pernah melaporkan bahwa pemerintah AS merencanakan mengirim hingga 1.000 orang termasuk 500 agen FBI ke Inggris untuk melindungi para atlet AS dan diplomat.
Segera setelah itu Washington membantah informasi tersebut dengan mengatakan bahwa soal itu sepenuhnya bergantung pada pemerintah Inggris berkaitan dengan langkah-langkah yang diambil untuk memastikan keamanan Olimpiade.
Perdana Menteri David Cameron, baru-baru ini menyatakan meningkatkan pengeluaran dua kali lipat untuk keamanan Olimpiade, mencapai 533 juta poundsterling.
Besarnya biaya anggaran keamanan untuk olimpiade tersebut, menurut Voice of Russia, menyeruakkan perkiraan bahwa kemungkinan serangan teroris dalam olimpiade musim panas mendatang di London begitu tinggi.
Dilaporkan bahwa ancaman serangan ekstrimis Islam di Inggris dan di luar perbatasannya selama acara olimpiade tidak dapat diabaikan.
Tidak semua tempat terorisme telah dihancurkan, dan kelompok radikal Islam hanya mencari kesempatan yang baik untuk mengatur serangan teroris di satu negara atau yang lain, terutama setelah Osama bin Laden tewas bulan Mei.
Olimpiade di London adalah target yang baik untuk rencana pelaksanaan serangan mereka, sebagaimana yang pernah terjadi dalam olimpiade tahun 1972 di Munich, Jerman. Saat itu teroris Palestina menyandera dan membunuh 11 anggota dari tim Israel dan satu polisi Jerman.
Ketidakpercayaan publik dan beberapa negara terhadap jaminan keamanan dalam olimpiade 2012 mendatang di Inggris, mengemuka, menyusul "kegagalan" Inggris dalam menangani protes massa di jalan-jalan London dan kota-kota Inggris lainnya Agustus lalu.
|