Selasa, 22/05/2012 13:10 WIB

Intelijen

Home Warta Rusia Ingatkan Ancaman Kembalinya "Perang Dingin"
Rusia Ingatkan Ancaman Kembalinya "Perang Dingin"
Kamis, 22 Desember 2011 11:30

Pertahanan Anti-rudal NATO/AS di Eropa (Foto: Istimewa)Pertahanan Anti-rudal NATO/AS di Eropa (Foto: Istimewa)

INTELIJEN.co.id - Sistem pertahanan anti-rudal NATO/Amerika Serikat di Eropa dapat secara serius merusak hubungan antara Rusia dan Amerika Serikat, jika kedua belah pihak tidak bisa mencapai kesepakatan pada masalah ini.

"Kami berharap isu mengenai sistem pertahanan anti-rudal tidak akan meningkat dan menyebabkan hubungan kita bergerak mundur ke zaman perang dingin. Kami berharap dapat menghindari hal ini," kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov, dalam sebuah wawancara dengan Voice of Rusia, Rabu, 21 Desember 2011, seperti dikutip Xinhua.

Ryabkov mengatakan bahwa Moskow tidak menutup kemungkinan menarik diri dari Perjanjian Pengurangan Senjata trategis atau Strategic Arms Reduction Treaty (START) yang baru, yang ditandatangani bersama AS pada 2010, kalau tidak ada solusi yang dicapai pada masalah ini.

Menurut Ryabkov, masalah ini bisa diselesaikan sesuai yang diusulkan oleh Presiden Rusia Dmitry Medvedev pada bulan November, ketika Presiden menanyakan lagi jaminan yang mengikat secara hukum dari AS dan NATO bahwa sistem pertahanan rudal tidak menargetkan Rusia.

Rencana penguatan pertahanan NATO di Eropa dengan penyebaran sistem pertahanan anti-rudal yang dipimpin AS di kawasan Eropa yang berbatasan dengan Rusia, masih menuai kontroversi.

AS dan NATO, menyatakan sistem pertahanan itu tidak ditujukan untuk menargetkan Rusia. Tapi, pihak Rusia tidak begitu saja percaya.

Negara eks Uni Soviet ini menanggapi dengan langkah pertahanan serupa, mengaktifkan stasiun rudal pertahanannya di bagian selatan dan barat negaranya.

Beberapa pembicaraan juga sudah dilakukan antara Rusia, AS dan NATO. Tapi sejauh ini masih menemui jalan buntu.

Medvedev pada bulan November memperingatkan, bahwa Rusia mungkin akan mengaktifkan sistem rudal pertahanannya, termasuk rudal jarak menengah, Iskander, di bagian barat dan selatan negaranya, untuk memantau apakah ada penyebaran rudal tambahan Amerika Serikat di Eropa.

Langkah-langkah balasan dari Rusia ini, disebutkan untuk mencari jaminan yang tegas dan mengikat secara hukum dari AS dan NATO bahwa sistem rudal pertahanannya memang tidak bertujuan menargetkan negaranya.


 
Pemerintah AS Sedang Upayakan Referendum bagi Papua
INTELIJEN.co.id - Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Marty Natalagewa harus menyataka
Grup AS dalam Pemerintahan SBY
INTELIJEN.co.id - Wikileaks merilis bocoran terbaru kawat-kawat berita dari pos Kedutaan Besar Amer
Jerusalem Center, Minta Cina dan Rusia Cegah Rencana Serangan Israel ke Iran
INTELIJEN.co.id - Dalam beberapa minggu terakhir ini, berbagai artikel dan analisis di media-media
Konflik Freeport, di Tengah Usaha Renegosiasi Kontrak Tambang
INTELIJEN.co.id - Asap hitam membubung di langit Timika, papua. Penerbangan dari dan menuju Bandara
Poin Pidato Kenegaraan Presiden SBY, Jelang 17 Agustus 2011
INTELIJEN.co.id - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini tadi, Selasa 16 Agustus 2011, menyampa
Banner
Banner