|
Menter Pertahanan Amerika Serikat, Leon Panetta (Foto: Wikimedia Commons)
INTELIJEN.co.id - Iran, sekitar satu tahun atau kurang sedikit mencapai "Nuclear-Day", tapi Amerika Serikat akan menghentikannya, tidak peduli apapun. Pernyataan ini dikemukakan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Leon Panetta dalam wawancara dengan saluran televisi Amerika Serikat, CBS, Senin malam, seperti dikutip Israel National News, Selasa, 20 Desember 2011.
Komentar-komentarnya, menurut harian utama Israel tersebut, jauh lebih keras daripada Presiden Barack Obama, yang mengatakan bahwa Iran tidak akan mencapai kemampuan nuklir tapi belum tegas menyatakan bahwa pemerintahannya akan mencegahnya.
Mengenai "opsi militer," kata Panetta dalam wawancaranya, akan diambil jika tidak ada pilihan perundingan."
Ditanya apakah rezim Ahmadinejad dapat menghasilkan senjata nuklir pada akhir 2012, Panetta memberikan kemungkinannya.
"Ini mungkin akan dapat mereka lakukan sekitar satu tahun. Mungkin sedikit kurang. Tapi dengan satu syarat, jika mereka memiliki fasilitas tersembunyi di suatu tempat di Iran yang dapat memperkaya bahan bakar, " kata Pmantan Direktur CIA itu.
Ditanya kemungkinan Iran dapat mengembangkan senjata nuklir lebih cepat, Panetta menjawab, bahwa Amerika Serikat akan melacaknya lebih cepat.
Menurut Panetta, Amerika Serikat tidak ingin Iran mengembangkan senjata nuklir. Hal itu, tegas Panetta, adalah "garis merah" bagi Amerika Serikat, dan jelas untuk Israel.
"Jika mereka (Iran) melanjutkan dan kita mendapatkan informasi intelijen bahwa mereka melanjutkan pengembangan senjata nuklir, maka kita akan mengambil langkah apapun yang diperlukan untuk menghentikannya.
Perkirakan Panetta mengenai kecepatan waktu Iran ke arah kemampuan memproduksi senjata nuklir, menurut Israel National News, sejalan dengan perkiraan lainnya, tapi mungkin ada penambahan waktu sampai Iran dapat mengembangkan rudal yang mampu membawa hulu ledak nuklir.
"Pengembangan nuklir Iran telah diperlambat oleh beberapa ledakan dan virus komputer yang telah banyak dikaitkan dengan Israel," tulis Israel national news.
|