|
Research and Analysis Wing (RAW) India (Foto: dinfo.gr)
INTELIJEN.co.id - Di tengah kontroversi rencana penyensoran media sosial di India, pemerintah negara ini telah menambahkan badan intelijen eksternal, the Research and Analysis Wing (RAW), ke daftar delapan lembaga yang dapat melakukan penyadapan panggilan telepon, e-mail, dan komunikasi suara dan data, harian The Hindu melaporkan pada Sabtu, 17 Desember 2011..
"Penambahan RAW ke dalam daftar ditujukan untuk memberikan payung hukum penyadapan panggilan telepon, e-mail, dan komunikasi suarat dan data dalam negeri. Ini adalah pertama kalinya bagi RAW sejak dibentuk pada tahun 1967, diizinkan menyadap panggilan telepon," kata sumber-sumber pemerintah, seperti dikutip The Hindu.
Sumber-sumber tersebut, menurut The Hindu, mengatakan bahwa pemberitahuan penambahan kewenangan RAW itu dikeluarkan oleh Departemen Dalam Negeri baru-baru ini.
"Pada saat penyerangan Mumbai, 26 November 2008, intelijen telah menyadap percakapan teroris yang mendapatkan instruksi dari pengatur mereka di Pakistan. Untuk bukti-bukti demikian, yang dapat diterima secara hukum, itu harus diberikan payung hukum," kata sumber-sumber itu.
Terkait pertanyaan mengenai hak-hak dan privasi warga negara, Kementerian Dalam Negeri, tambah sumber itu, telah menegaskan bahwa lembaga-lembaga penegak hukum dapat menyadap telepon dari setiap individu untuk alasan keamanan atau operasional selama 72 jam, bahkan tanpa izin dari Menteri Dalam Negeri.
|