Selasa, 22/05/2012 13:01 WIB

Intelijen

Home Warta AS "dipermalukan" karena Operasi Intelijen terhadap Iran yang Gagal
AS "dipermalukan" karena Operasi Intelijen terhadap Iran yang Gagal
Senin, 19 Desember 2011 07:21

Pesawat Pengintai Tak Berawak RQ-170, yang Disita Iran. Bagian Kegiatan Operasi Intelijen AS di Iran (Foto: Istimewa)Pesawat Pengintai Tak Berawak RQ-170, yang Disita Iran. Bagian Kegiatan Operasi Intelijen AS di Iran (Foto: Istimewa)

INTELIJEN.co.id - Kementerian luar negeri Iran mengatakan, peristiwa terakhir terkait penangkapan agen Badan Intelijen Pusat AS (CIA) di Iran dan penjatuhan pesawat mata-mata tak berawak, telah membuktikan bahwa operasi spionase apapun yang dilakukan AS terhadap republik Islam itu akan menimbulkan "aib", harian berbahasa Inggris Teheran Times, melaporkan pada hari Minggu, 18 Desember 2011.

"Kegiatan spionase AS berlangsung pada saat pasukan militer dan keamanan Republik Islam Iran berada pada puncaknya," kata juru bicara kementerian luar negeri Iran Ramin Mehmanparast, seperti dikutip oleh Press TV pada hari yang sama.

Juru bicara itu menambahkan bahwa Iran akan mengambil langkah-langkah politik, hukum dan keamanan yang diperlukan terhadap setiap tindakan yang menargetkan kepentingan negaranya.

Kementerian Intelijen Iran mengumumkan, pada Sabtu, 17 Desember 2011, dalam sebuah pernyataan, bahwa pihaknya telah menangkap seorang agen AS yang yang diklaim sebagai seorang analis CIA dengan misi kompleks dan penyusupan.

Dikatakan dalam pernyataan, bahwa agen dengan kewarganegaraan Iran tersebut memiliki pengalaman bekerja untuk Divisi Intelijen Militer di Irak dan Afghanistan.

Badan intelijen Iran, menurut pernyataan itu, berhasil mengidentifikasi agen CIA tersebut setibanya di Afghanistan dan menangkapnya ketika ia mencoba memulai kegiatan spionase di Iran.

Kazem Jalali, juru bicara Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, mengatakan bahwa Iran menghancurkan bayangan kemegahan badan intelijen AS dengan menggagalkan plot terakhir CIA terhadap negara, Press TV melaporkan.

Dikatakan Jalali bahwa tertangkapnya agen adalah pukulan pertama untuk reputasi CIA. Ia menambahkan bahwa penangkapan agen intelijen oleh pasukan Iran menunjukkan adanya perpecahan dalam kekuasaan Amerika Serikat.

"Iran telah membuktikan pada titik-titik yang berbeda justru memiliki supremasi intelijen yang lengkap, dan dengan setiap hari melewati sistem intelijen, negara kita tampaknya semakin sukses di kontraspionase dan melindungi keamanan nasional," kata anggota parlemen itu.

Jalali mengatakan bahwa Barat tidak memiliki pilihan kecuali dialog dan kerja sama dengan Iran, tapi hal ini hanya bisa terjadi ketika Barat mengakui semua hak-hak bangsa Iran.

Media Iran melaporkan awal bulan ini bahwa militer Iran telah menjatuhkan sebuah pesawat siluman Amerika Serikat, RQ-170, di Iran timur setelah menemukan pesawat itu melanggar perbatasan timur. Televisi pemerintah Iran kemudian menunjukkan rekaman pesawat siluman itu.

Para pejabat Amerika membantah pesawat itu dijatuhkan oleh Iran, dan bersikeras bahwa RQ-170 yang digunakan untuk pengintaian dan pengawasan oleh Amerika Serikat di Afghanistan, jatuh karena masalah mekanis.

Presiden AS Barack Obama kemudian mengatakan bahwa negaranya telah meminta Iran untuk mengembalikan pesawat pengintai yang ditembak jatuh.

Pada hari Minggu, Menteri Luar Negeri Iran, Ali Akbar Salehi mengatakan kepada wartawan setelah rapat kabinet bahwa Iran telah mengirimkan catatan untuk Organisasi Kerjasama Islam, Gerakan Non-Blok, PBB dan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon atas pelanggaran wilayah udara Iran Iran oleh pesawat tak berawak AS secara diam-diam, Press TV melaporkan.

Salehi menambahkan bahwa pesawat Amerika Serikat yang ditangkap akan tetap dalam kepemilikan Iran sebagai bagian dari asetnya. Dia menekankan bahwa keputusan tentang pesawat Amerika terletak pada Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Pada bulan November lalu, seorang anggota parlemen Iran mengatakan bahwa Iran telah dikepung oleh pusat-pusat kegiatan mata-mata Barat di dekat perbatasan di negara-negara tetangga.

Zohre Elahian, anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran, mengatakan bahwa Mossad Israel, CIA Amerika dan MI6 Inggris telah mendirikan pusat-pusat spionase di perbatasan barat, utara dan timur Iran.

Pusat-pusat spionase itu bertugas mengorganisir aksi teroris dan operasi intelijen terhadap Iran dan warganya, kata anggota parlemen itu.

Iran mengatakan bahwa mereka telah menangkap sejumlah mata-mata Israel dan Amerika Serikat di negara itu selama beberapa tahun terakhir.


 
Pemerintah AS Sedang Upayakan Referendum bagi Papua
INTELIJEN.co.id - Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Marty Natalagewa harus menyataka
Grup AS dalam Pemerintahan SBY
INTELIJEN.co.id - Wikileaks merilis bocoran terbaru kawat-kawat berita dari pos Kedutaan Besar Amer
Jerusalem Center, Minta Cina dan Rusia Cegah Rencana Serangan Israel ke Iran
INTELIJEN.co.id - Dalam beberapa minggu terakhir ini, berbagai artikel dan analisis di media-media
Konflik Freeport, di Tengah Usaha Renegosiasi Kontrak Tambang
INTELIJEN.co.id - Asap hitam membubung di langit Timika, papua. Penerbangan dari dan menuju Bandara
Poin Pidato Kenegaraan Presiden SBY, Jelang 17 Agustus 2011
INTELIJEN.co.id - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini tadi, Selasa 16 Agustus 2011, menyampa
Banner
Banner