|
Pengamat Intelijen, AC Manullang (Foto: Istimewa)
INTELIJEN.co.id - Peristiwa perusakan Gua Maria Sendang Pawitra Sinar Surya, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah dan pengeboman markas FPI di Yogyakarta merupakan skenario pihak tertentu yang ingin membuat dua kota itu terjadi konflik SARA.
"Kalau saya amati, perusakan Gua Maria di Karanganyar dan pengeboman markas FPI yang hampir bersamaan bagian dari skenario yang ingin membuat rusuh SARA," kata pengamat intelijen AC Manullang seperti ditulis situs berita www.itoday.co.id, Sabtu, 17 Desember 2011.
Mantan salah satu Direktur Badan Kordinasi Intelijen Nasional (BAKIN) ini mengamati, target perusakan Gua Maria di Karanganyar karena di wilayah ini dekat Surakarta yang menjadi basis kelompok Jamaah Anshorut Tauhid maupun gerakan Islam lainnya.
"Kelompok Islam yang selama ini diidentikan gerakan radikal dan teroris berada di Surakarta dan sekitarnya. Dan peristiwa di Karanganyar itu, upaya penggiringan opini ke arah sana," ungkapnya.
Kata Manullang, peristiwa pengeboman markas FPI di Yogyakarta, upaya menarik solidaritas kelompok Islam yang ada di Yogyakarta, Surakarta dan sekitarnya untuk menyakinkan bahwa peristiwa ini dilakukan agama tertentu.
"Pengeboman markas FPI yang peristiwanya setelah perusakan Gua Maria dibuat skenario seolah-olah kelompok minoritas telah melakukan balas dendam karena tempat ibadahnya telah dirusak," jelasnya.
Menurut Manullang, kelompok minoritas biasanya akan mengandalkan jaringan internasional dan media dalam pembelaan kasus ini.
"Kalau ini dilakukan, maka kelompok minoritas sudah masuk dalam provokasi dan akan ditanggapi secara langsung kelompok Islam. Ini akan sangat berbahaya dan bisa memunculkan konflik SARA," paparnya.
Peristiwa Peristiwa perusakan Gua Maria Sendang Pawitra Sinar Surya, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah terjadi Rabu, 14 Desember 2011. Sedangkan pengeboman markas FPI di Yogyakarta pada Kamis 15 Desember 2011.
|