Selasa, 22/05/2012 12:56 WIB

Intelijen

Home Warta Fasilitas Nuklir Isfahan, Ancaman Serangan Ke Turki Timur dan Kontroversi Baru Iran
Fasilitas Nuklir Isfahan, Ancaman Serangan Ke Turki Timur dan Kontroversi Baru Iran
Jumat, 16 Desember 2011 14:43

Kepala Badan Energi Atom Iran, Ali Akbar Salehi(Fot: Presstv.ir)Kepala Badan Energi Atom Iran, Ali Akbar Salehi(Fot: Presstv.ir)

INTELIJEN.co.id -Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) menolak komentar seorang anggota parlemen Iran bahwa AEOI akan membangun pabrik nuklir baru di provinsi Isfahan.

"Laporan yang diterbitkan oleh beberapa kantor berita tentang pembangunan pabrik nuklir baru di Iran tidak benar dan, dengan ini dibantah," pernyataan AEOI seperti dikutip Press TV.

Sebelumnya, kantor berita semi resmi Iran, Fars, mengutip anggota parlemen lokal Iran, Avaz Heidarpour, yang mengatakan bahwa negara berencana untuk membangun fasilitas nuklir baru di provinsi Isfahan untuk tujuan sipil.

"Fasilitas ini akan berlokasi di provinsi Isfahan, dan akan diluncurkan dalam tiga tahun," kata Heidarpour, seperti dikutip Fars.

Baru-baru ini, komentar-komentar mengenai masalah diplomatik Iran dibuat oleh sejumlah anggota parlemen garis keras Iran, yang kemudian dipecat oleh pemerintah.

Pada hari Selasa, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ramin Mehmanparast, membantah pernyataan sebelumnya dari anggota parlemen Iran, Parviz Sorouri, bahwa Iran akan mengadakan latihan perang di Selat Hormuz dan dalam waktu dekat akan menutupnya.

"Seperti telah diumumkan beberapa kali oleh Iran, masalah menutup Selat Hormuz tidak masuk agenda Iran, karena Iran percaya dalam langkah-langkah untuk menegakkan stabilitas dan perdamaian kawasan," kata Mehmanparast.

Pada hari Rabu, Turki menuntut penjelasan dari Iran terhadap ancaman oleh seorang anggota parlemen senior untuk menyerang sistem pertahanan rudal di Turki timur.

Sebuah televisi swasta, NTV, melaporkan, bahwa Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu, menelepon mitranya di Iran, Menteri Luar Negeri Ali-Akbar Salehi dan meminta penjelasannya.

Laporan tersebut mengutip sumber diplomatik Turki, yang mengatakan bahwa menteri luar negeri Turki menyampaikan ketidakpuasan Turki dengan pernyataan yang mengancam tersebut.

Hussein Ibrahim, wakil presiden keamanan nasional parlemen dan panel kebijakan luar negeri Iran, mengatakan pada hari Minggu dalam sebuah wawancara, bahwa itu adalah hak alami Iran untuk menargetkan sistem perlindungan pertahanan rudal di Turki dalam kasus serangan.

Menteri luar negeri Iran mengatakan bahwa pernyataan anggota parlemennya hanya cerminan dari individu dan bukan posisi resmi Irani.


 
Pemerintah AS Sedang Upayakan Referendum bagi Papua
INTELIJEN.co.id - Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Marty Natalagewa harus menyataka
Grup AS dalam Pemerintahan SBY
INTELIJEN.co.id - Wikileaks merilis bocoran terbaru kawat-kawat berita dari pos Kedutaan Besar Amer
Jerusalem Center, Minta Cina dan Rusia Cegah Rencana Serangan Israel ke Iran
INTELIJEN.co.id - Dalam beberapa minggu terakhir ini, berbagai artikel dan analisis di media-media
Konflik Freeport, di Tengah Usaha Renegosiasi Kontrak Tambang
INTELIJEN.co.id - Asap hitam membubung di langit Timika, papua. Penerbangan dari dan menuju Bandara
Poin Pidato Kenegaraan Presiden SBY, Jelang 17 Agustus 2011
INTELIJEN.co.id - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini tadi, Selasa 16 Agustus 2011, menyampa
Banner
Banner