|
Kamis, 15 Desember 2011 16:24 |
|
Liu Weimin, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina (Foto: Istimewa)
INTELIJEN.co.id - Pemerintah China secara konsisten mendukung Irak dalam menjaga kemerdekaan nasional, kedaulatan, dan integritas teritorial, dan mewujudkan stabilitas dan pembangunan.
Hal tersebut dikemukakan Jurubicara Kementerian Luar Negeri negara itu, Liu Weimin, pada konferensi pers di Beijing, Kamis, 15 Desember 2011, sebagaimana dilaporkan Xinhua.
"China mengharapkan Irak akan mempercepat proses rekonstruksi politik dan ekonomi," kata Liu.
Ditambahkannya, bahwa rakyat Irak memiliki kemampuan untuk mengatasi kesulitan dalam rangka mencapai stabilitas keamanan nasional dan pembangunan.
Presiden AS Barack Obama pada Rabu, 14 Desember 2011, menandai berakhirnya Perang Irak dengan kunjungan ke pasukan, mengatakan bahwa persiapan akhir bagi militer AS untuk meninggalkan Irak telah selesai. Tentara terakhir AS akan memulai perjalanan mereka keluar dari Irak paling akhir dalam beberapa hari mendatang.
Saat menerima Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki di Gedung Putih pada Senin, 12 Desember 2011, Obama mengatakan perlunya hubungan baru yang normal dengan Irak sebagai negara berdaulat.
"Sebuah hubungan yang normal antara negara-negara berdaulat. Sebuah kemitraan yang setara berdasarkan pada kepentingan bersama dan saling menghormati," kata Obama dalam konferensi pers bersama dengan tamunya.
Salah satu wujud konkrit kemitraan itu, adalah dalam kerjasama militer yang efektif antara kedua negara.
Irak telah menandatangani kesepakatan untuk pembelian tahap pertama, 18 pesawat tempur F-16 awal tahun ini, dari total 36 dalam kontrak miliaran dolar. Sementara Amerika Serikat berkomitmen akan melatih pilot-pilot untuk pesawat-pesawat itu dalam rangka mempesiapkan angkatan udara Irak yang efektif.
|