Selasa, 22/05/2012 12:55 WIB

Intelijen

Home Warta Redahkan Ketegangan, Kepala Intelijen Iran Kunjungi Arab Saudi
Redahkan Ketegangan, Kepala Intelijen Iran Kunjungi Arab Saudi
Kamis, 15 Desember 2011 15:32

Kepala Intelijen Iran, Haidar Moslehi, dan Putra Mahkota Saudi, Pangeran Nayef Bin Abdul Aziz (Foto: Gulf News)Kepala Intelijen Iran, Haidar Moslehi, dan Putra Mahkota Saudi, Pangeran Nayef Bin Abdul Aziz (Foto: Gulf News)

INTELIJEN.co.id - Kepala intelijen Iran mengunjungi Riyadh untuk melakukan pembicaraan dengan para pejabat tinggi keamanan Arab Saudi pada Senin, 12 Desember 2011, di tengah ketegangan yang terus berlanjut di antara persaingan negara-negara Teluk Persia.

Dilaporkan kantor berita Arab Saudi, Saudi Press Agency, Rabu, 14 Desember 2011, Menteri Intelijen Iran, Haidar Moslehi, bertemu dengan sejumlah pejabat tinggi Kerajaan Arab Saudi. Di antaranya, Putra Mahkota Saudi, Pangeran Nayef Bin Abdul Aziz, yang juga Menteri Dalam Negeri Saudi menteri, Direktur Intelijen Saudi, Pangeran Muqrin, dan pejabat tinggi lainnya.

Menurut Saudi Press, para pejabat Iran dan Arab Saudi membicarakan sejumlah isu terakhir yang menjadi perhatian bersama. Pemimpin Saudi dan sekutu mereka di Teluk, secara terbuka menuduh Iran telah mengobarkan kerusuhan di masyarakat Syiah lokal, dan tetap sangat kritis terhadap program nuklir Teheran.

Riyadh telah menyatakan bahwa gerakan Iran untuk senjata nuklir dapat menyebabkan negara-negara Teluk mencari senjata juga, yang berpotensi memicu perlombaan senjata di kawasan Timur Tengah yang mudah panas.

Beberapa waktu lalu, para pejabat Irak telah menuduh baik Iran dan Arab Saudi bahwa masing-masing memberikan dukungan kepada peperangan Syiah dan pemberontakan Sunni di negara mereka, yang dikatakan digunakan sebagai "proxy battle ground" atau "pertempuran perwalian memperebutkan wilayah" oleh dua pesaing terkemuka untuk menghegemoni kawasan Teluk.

Riyadh dan sekutu Teluknya juga telah berusaha untuk mengisolasi pemerintah yang didominasi Alawit untuk memerangi presiden Suriah Bashar al Assad, pemain kunci yang berada dalam pengaruh poros wilayah Teheran.

Hal ini secara luas dilakukan untuk menjatuhkan Assad, yang akan memberikan keuntungan Arab Saudi, termasuk memperluas Dewan Kerjasama Teluk dan mengubah badan itu menjadi konfederasi diplomatik dan militer pan-Arab yang kompak.

Mengenai dakwaan terhadap dua anggota pasukan elit Iran, Quds, yang melakukan operasi-operasi rahasia di luar negeri, yang mana para pejabat AS menuduh Iran merencanakan pembunuhan duta besar Arab Saudi untuk Washington, hal itu, oleh seorang analis politik Saudi, Abdullah Al Shamri, dikatakan lebih merupakan indikator tren negatif antara kedua negara.

Pada pekan kedua Oktober 2011, pemerintah AS mengungkap adanya dugaan rencana pembunuhan terhadap Duta Besar Arab Saudi di Washington, dengan alur menggunakan pembunuh bayaran. Dua anggota pasukan Quds dituduh terlibat dalam plot pembunuhan yang dikenal dengan "Naskah Hollywood" (baca: "Naskah Hollywood", Suhu Panas Baru Hubungan AS-Iran)

Tapi, menurut Shamri, meskipun ketegangan antara Iran dan Arab Saudi terus meningkat, kedua negara masih mempertahankan hubungan di bawah pakta keamanan akhir 1990-an.

Hanya saja, Shamri mengingatkan, bahwa ketegangan akhir-akhir ini, telah membuat kehabisan kesabaran Arab Saudi.

"Saya pikir ada indikasi dari pihak kami dalam dua bulan terakhir bahwa kesabaran Arab Saudi mungkin sudah habis," kata Shamri kepada Gulf News.

Analis, dan pembuat kebijakan Saudi, berpendapat rakyat Iran mungkin satu bagian untuk memecahkan keruwetan antara Riyadh dengan Teheran untuk mereka.

"Saya sangat, sangat berharap Iran mendengarkan orang-orang bijak mereka," kata kepala intelijen Arab Saudi Pangeran Muqrin kepada The Wall Street Journal awal bulan ini.

"Mereka benar-benar bermain dengan api," katanya.


 
Pemerintah AS Sedang Upayakan Referendum bagi Papua
INTELIJEN.co.id - Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Marty Natalagewa harus menyataka
Grup AS dalam Pemerintahan SBY
INTELIJEN.co.id - Wikileaks merilis bocoran terbaru kawat-kawat berita dari pos Kedutaan Besar Amer
Jerusalem Center, Minta Cina dan Rusia Cegah Rencana Serangan Israel ke Iran
INTELIJEN.co.id - Dalam beberapa minggu terakhir ini, berbagai artikel dan analisis di media-media
Konflik Freeport, di Tengah Usaha Renegosiasi Kontrak Tambang
INTELIJEN.co.id - Asap hitam membubung di langit Timika, papua. Penerbangan dari dan menuju Bandara
Poin Pidato Kenegaraan Presiden SBY, Jelang 17 Agustus 2011
INTELIJEN.co.id - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini tadi, Selasa 16 Agustus 2011, menyampa
Banner
Banner