|
Rabu, 14 Desember 2011 16:18 |
|
Foto: Istimewa
INTELIJEN.co.id - Sebuah kesepakatan upah telah dicapai untuk mengakhiri pemogokan selama tiga bulan di pertambangan emas dan tembaga raksasa di Indonesia yang dimiliki oleh perusahaan Amerika Serikat, Freeport-McMoran.
"Freeport dan serikat pekerja telah sepakat untuk kenaikan sebesar 37 persen, tapi kami masih menunggu dibuatkan kesepakatan resmi setelah ini," kata juru bicara serikat pekerja, Juli Parorrongan kepada AFP, rabu, 14 Desember 2011, seperti dikutip The Straits Times.
Menurut Juli Parorrongan, kenaikan akan dibayarkan selama dua tahun, dimulai dengan 24 persen. Jika semua berjalan seperti yang direncanakan, tambahnya, para pekerja akan kembali bekerja pada hari Sabtu, 17 Desember 2011.
Sekitar 8.000 dari 23.000 pekerja PT Freeport Indonesia di Provinsi Papua telah melakukan pemogokan sejak 15 September. Pemogokan, telah melumpuhkan produksi di tambang Grasberg, yang memiliki cadangan emas terbesar di dunia dan terbesar kedua cadangan tembaga.
Para pekerja mengaku memiliki gaji terendah di antara karyawan Freeport di dunia, termasuk di tambang Afrika dan Amerika Selatan.
Para pekerja awalnya ingin peningkatan 20 kali lipat, dari minimal US $ 1,50 per jam menjadi $ 30, namun tuntutan mereka terus menurun.
Sebelumnya serikat pekerja masih mengancam untuk memperpanjang pemogokan sampai pertengahan Januari 2012, jika pihak manajemen PT Freeport Indonesia belum bersepakat memenuhi tuntutan pekerja.
|