|
Eyad Abu Agar (Foto: ABC News)
INTELIJEN.co.id - Seorang pria Australia menghadapi tuntutan 30 bulan hukuman di sebuah penjara Israel, setelah mengaku bersalah atas tuduhan mata-mata untuk organisasi militan Palestina, Hamas.
Eyad Abu Arga, 46, seorang pengungsi Palestina yang memegang kewarganegaraan Australia, telah ditahan sejak Maret ketika ia ditangkap di bandara Israel.
Ia mengaku, dirinya memasuki Israel ketika hari libur ulang tahun pernikahannya yang ke-25, dengan istrinya. Namun, Israel menduga Abu Arga direkrut Hamas ketika bekerja di Arab Saudi, untuk melakukan spionase.
Diduga, Abu Arga melakukan pekerjaan pengawasan, termasuk sumber informasi dan teknologi untuk meningkatkan akurasi serangan-serangan rudal Hamas.
Israel juga meduga Abu Arga melakukan penelitian untuk spionase dengan menggunakan kamera panorama canggih, dan merancang cara-cara baru untuk mengetahui apakah telepon disadap.
Sejak penangkapannya, Abu Arga telah berkeras menyatakan bahwa dirinya tidak bersalah. Namun kini Ia telah sepakat untuk tawar-menawar dengan para jaksa.
Dia mengaku, menyatakan dirinya direkrut di Arab Saudi oleh anggota Hamas --kelompok militan terhadap Israel dan banyak negara lain mengaggap sebagai organisasi teroris-- dan bahwa ia melakukan kegiatan penelitian-penelitian tertentu.
Pengakuan bersalahnya dengan imbalan hukuman penjara 30 bulan. Satu tuduhan, termasuk ia telah melakukan pelatihan dengan Hamas di Suriah, sudah dijatuhkan. Abu Arga dijadwalkan akan divonis bulan depan.
Pengacaranya, Leah Tsemel, mengatakan bahwa kliennya bertemu dengan satu atau dua anggota Hamas saat bekerja di Arab Saudi.
"Mereka sudah bertanya kepadanya, karena profesinya adalah bidang teknologi, sehingga tugasnya untuk mencari beberapa informasi atau untuk beberapa penemuan di bidang teknologi," katanya.
Israel menuduh Abu Arga telah berjuang untuk Palestina selama 30 tahun dan telah bekerja sama dengan Hamas sejak tahun 2007.
Tapi Tsemel mengatakan keterlibatan klieannya dengan kelompok Hamas di Arab Saudi lahir dari kenaifan. Tsemel mengatakan, bahwa Abu Arga tidak pernah menjadi anggota Hamas.
"Dia orang yang secara kebetulan bertemu aktivis Hamas dan dicoba, atau diberikan beberapa pemahaman yang sangat dangkal. Dia tidak dalam keadaan seorang teroris," katanya.
Eyad Abu Arga adalah pengungsi Palestina yang dibesarkan di Teluk Arab, tetapi kemudian pindah ke Australia dan mengambil kewarganegaraan Australia.
Pada sekitar bulan-bulan awal 2011, ia dan keluarganya telah tinggal di Arab Saudi, di mana Israel menuduhnya direkrut oleh Hamas untuk melaksanakan spionase.
Abu Arga ditangkap saat masuk ke Israel bulan pada Maret untuk menghabiskan liburan empat harinya di sebuah hotel di Tel Aviv. Dia ditangkap, segera setelah tiba di bandara Israel, Ben Gurion.
Israel mendaftar Hamas, organisasi militan Palestina yang memerintah Gaza, sebagai organisasi teroris.
|