|
Senin, 12 Desember 2011 07:10 |
|
Gedung yang diduga menjadi pusat tahanan CIA di utara Bucharest (Foto: vg.no)
INTELIJEN.co.id - Kementerian Luar nNegeri Rumania, pada Jum'at, 9 Desember 2011, menyatakan tidak memiliki informasi mengenai pusat penahanan rahasia CIA atau tentang bandara Rumania yang telah digunakan oleh CIA untuk pengangkutan tahanan yang diduga terorisme.
"Penyelidikan dilakukan oleh pihak berwenang Rumania dan selesai pada tahun 2008 menunjukkan bahwa tidak ada bukti apapun untuk kasus-kasus di mana orang-orang atau pejabat badan intelijen asing terlibat di Rumania dalam operasi perampasan kebebasan atau transportasi ilegal tahanan," kata juru bicara, Doris Mircea, dalam konferensi pers.
Menurut investigasi jurnalistik yang diterbitkan pada hari Kamis, 8 Desember 2011, oleh Associated Press dan saluran televisi Jerman, ARD, sebuah gedung pemerintah di utara Bucharest telah digunakan selama bertahun-tahun oleh CIA di bawah nama kode "Bright Light" sebagai fasilitas penahanan untuk beberapa tahanan penting badan intelijen itu.
Beberapa laporan telah menduga bahwa anggota-anggota Al-Qaeda seperti Khalid Sheikh Mohammed, dalang dari serangan 9 / 11 di AS dan negara-negara lainnya, ditahan di ruang bawah tanah dari gedung itu sebelum dipindahkan ke Teluk Guantanamo, Kuba, pada 2006.
Sementara itu, sebuah penjara Rumania dikatakan telah menjadi bagian dari jaringan yang disebut "black sites", tempat-tempat di luar negeri yang digunakan dan dikendalikan CIA, seperti di Thailand, Lithuania dan Polandia.
Selama Amerika Serikat memimpin perang terhadap terorisme, disebut-sebut CIA gencar melakukan penerbangan ilegal tahanan teroris ke beberapa negara, yang dikenal sebagai "Operasi Rendisi". Beberapa negara Eropa diduga terlibat operasi tersebut. Dewan Eropa mencatat setidaknya ada 14 negara.
|