|
RQ-170 (US DOD Photo)
INTELIJEN.co.id - Jatuhnya pesawat siluman Amerika RQ-170 oleh militer Iran pekan lalu telah menyebabkan kekhawatiran di Amerika Serikat, yang tidak percaya Iran mampu melakukan identifikasi serangan militer elektronik atau lainnya.
Angkatan bersenjata Iran, pada Senin, 5 Desember 2011, mengklaim telah menembak jatuh sebuah pesawat tak berawak Amerika Serikat, RQ-170, yang melanggar wilayah udara Iran di sepanjang perbatasan timur.
Iran menyatakan telah menyita pesawat siluman tersebut, dan pada Kamis, 8 Desember 2011, republik Islam itu menayangkan cuplikan pesawat yang telah dikonfirmasi otoritas militer AS sebagai milik CIA.
Dalam cuplikan tayangan, pesawat mata-mata tak berawak yang tampaknya hanya menderita kerusakan minimal.
Anggota think tank di Washington DC, termasuk Brookings Institute, mengatakan, bahwa hilangnya pesawat, dapat menyebabkan peningkatan kemampuan Republik Islam untuk menyamarkan kembali isu fasilitas nuklirnya.
Iran memprotes, Jumat, 9 Desember 2011, kepada PBB terhadap "operasi provokatif dan rahasia" Amerika Serikat.
Republik Islam itu, menyebut kehadiran pesawat tak berawak di wilayah udara Iran sebagai sebuah pelanggaran udara secara terang-terangan dan tidak beralasa, yang sama saja dengan tindakan permusuhan.
Pesawat mata-mata telah banyak digunakan mengawasi situs nuklir Iran, membantu militer merencanakan kegiatan pelacakan situs, serta gerakan-gerakan personil.
Hilangnya pesawat tersebut, menurut para analis militer di Amerika, seperti dilaporkan Associated Press, adalah keuntungan Iran, terutama mengingat peralatan dan teknologi canggih yang dibawa oleh kendaraan robot udara itu.
Sangat mungkin, para ilmuwan Iran akan meneliti pesawat untuk mencari cara yang lebih baik menyembunyikan rahasia negaranya dari pengawasan asing di masa depan, kata mereka.
|