|
Sabtu, 10 Desember 2011 12:39 |
|
Saadi Gaddafy (Foto:Istimewa)
INTELIJEN.co.id - Meksiko telah mencegah masuknya anak bungsu pemimpin Libya Muammar Gaddafi, Saadi, ke negara itu.
Media setempat, New Nation News (NNN), dengan mengutip pernyataan seorang juru bicara pemerintah, melaporkan bahwa beberapa orang ditangkap atas rencana membawa Saadi Gaddafi dan keluarganya masuk Meksiko, setelah otoritas intelijen memberi peringatan pada, Selasa, 6 September 2011.
Namun, menurut NNN, juru bicara itu tidak menjelaskan kapan penangkapan itu dilakukan.
"penangkapan didasarkan pada dugaan penggunaan dokumen palsu, tindak pidana terogonisir dan perdagangan orang," kata juru bicara Alejandra Sota dalam sebuah konferensi pers di Mexico City.
Saadi Gaddafi melarikan diri ke selatan melintasi gurun Sahara ke Niger saat kekuasaan ayahnya selama 42 tahun hancur pada Agustus 2011. Niger telah mengatakan, ia akan tetap di negara Afrika Barat sampai larangan perjalanan dikeluarkan.
Seperti banyak anggota senior rezim Gaddafi, Saadi, seorang pengusaha dan mantan pemain sepak bola profesional, dilarang bepergian dan asetnya dibekukan oleh resolusi Dewan Keamanan PBB, ketika kekerasan meletus awal tahun ini.
Interpol telah mengeluarkan "red notice" yang meminta kepada negara anggota untuk menangkap Saadi dan mengekstradisinya jika menemukan anak bungsu Qadaffy tersebut dia di wilayah negara mereka.
|