|
Foto: gazetac.com
INTELIJEN.co.id - Cina dan Bulgaria bersepakat untuk memperkuat hubungan bilateral militernya. Hal ini mengemuka dalam pertemuan antara Wakil ketua Komisi Pusat Militer Cina, Xu Caicho saat menerima kunjungan Menteri Pertahanan Bulgaria, Anyu Angelov, di Beijing, Jum'at 9 Desember 2011.
Xu, yang September lalu telah melakukan kunjungan ke Bulgaria, mengatakan kerjasama persahabatan kedua negara telah tertempa dalam hubungan diplomatik sejak 62 tahun lalu, yang menunjukkan bahwa hubungan Cina-Bulgaria telah terbukti, oleh sejarah dan situasi politik internasional.
"Cina akan terus bekerja dengan Bulgaria untuk meningkatkan kerjasama pragmatis di semua bidang, memperdalam hubungan bilateral, dan saling menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan dan dunia," kata Xu.
Dia berjanji bahwa kedua negara akan memajukan hubungan militer, mengingat bahwa hubungan militer Cina-Bulgaria telah berkembang lancar dalam beberapa tahun terakhir dengan seringnya kunjungan tingkat tinggi, pertukaran profesi, dan memperluas pelatihan personil.
Xu menegaskan bahwa Cina siap untuk meningkatkan kolaborasi pragmatis dengan Bulgaria dan mempromosikan hubungan bilateral militer.
Angelov, yang berada di Cina untuk pertama kalinya, mengatakan, bahwa Cina adalah mitra yang signifikan.
Bulgaria, kata Angelov, akan bekerja untuk mempromosikan kerjasama kemitraan komprehensif dengan Cina serta militer dengan militer.
Republik Bulgaria, merupakan sebuah negara di Eropa Tenggara. Negara Eropa dengan wilayah terluas ini, 110.994 Km², berbatasan dengan lima negara.
Di Utara, berbatasan dengan Rumania. Di Barat berbatasan dengan Serbia dan Republik Makedonia. Kemudian di Selatan berbatasan dengan Yunani dan Turki di selatan. Sedangkan Laut Hitam membatasi negara ini di sebelah timur.
Meskipun menjadi bagian dari NATO (sejak transisi politik pasca tumbangnya Blok Timur), kekuatan militer Bulgaria tetap mengandalkan Sistem persenjataan dari Rusia yang berkemampuan tinggi, seperti pesawat tempur MiG-29, SA-10 Grumble SAM dan SS-21 Scarab, yakni peluru kendali balistik berjangkauan-pendek.
Penguatan hubungan bilateral militernya dengan Cina, tentu saja tidak terlepas dari sejarah negara ini sebagai eks-blok timur. Tetapi yang menarik, saat ini Bulgaria menjadi bagian aktif NATO untuk penugasan di negara-negara sosialis.
Jadi, penguatan hubungan bilateral militer Cina-Bulgaria, siapa memanfaatkan?
|