|
Foto: cnnturk.com
INTELIJEN.co.id - Rencana penguatan pertahanan NATO di Eropa dengan penyebaran sistem rudal pertahanannya di Eropa yang berbatasan dengan Rusia, masih menuai kontroversi. Pihak Rusia tidak tinggal diam. Negara eks Uni Soviet ini menanggapi dengan langkah pertahanan serupa, mengaktifkan stasiun rudal pertahanannya di bagian selatan dan barat negaranya.
Rusia tidak berniat untuk memulai perlombaan senjata yang baru, tetapi ingin mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat dan NATO mengenai sistem pertahanan anti-rudal di Eropa, kata Wakil Menteri Luar Negeri Sergei Ryabkov, pada Kamis, 9 Desember 2011.
"Kami berharap isyarat yang kami berikan telah mencapai target. ini adalah fase-fase tanggapan kami terhadap rencana fase-fase mereka. Tapi kita tidak menuju ke dalam perlombaan senjata," kata Ryabkov, kepada TV Rusia-24.
Dia mengatakan, bahwa ada waktu bagi kedua belah pihak untuk melanjutkan dialog dan mencapai kesepakatan, meskipun Moskow tidak melihat kesiapan Barat untuk memperhitungkan kepentingan Rusia.
"Kami melihat pernyataan-pernyataan yang mengatakan bahwa rencana-rencana (rudal NATO) yang sedang dilaksanakan, tidak menargetkan Rusia. Tapi kami memiliki pengalaman sejarah bahwa janji-janji dan pernyataan tidak bisa dipercaya, dan lebih baik ada jaminan-jaminan lebih tegas," kata Ryabkov.
Moskow, kata Ryabkov, tidak terkejut dengan reaksi berlebihan pihak Barat terhadap langkah-langkah balasan yang diumumkan sebelumnya oleh Presiden Dmitry Medvedev.
"Hal ini penting bagi kita untuk membuatnya jelas, bahwa kita mempertimbangkan sangat serius keamanan kami," kata Ryabkov.
Dalam rencana memperkuat pertahanannya, NATO yang dipimpin Amerika Serikat, telah menggelar fasilitas rudal pertahanan di Eropa, dekat perbatasan Rusia. Menurut AS dan NATO, sistem pertahanan itu tidak ditujukan untuk menargetkan Rusia.
Moskow, telah lama menentang hal itu. Beberapa pembicaraan juga sudah dilakukan antara Rusia, AS dan NATO. Tapi masih menemui jalan buntu.
Medvedev memperingatkan bulan lalu, bahwa Rusia mungkin akan mengaktifkan sistem rudal pertahanannya, termasuk rudal jarak menengah, Iskander, di bagian barat dan selatan negaranya, untuk memantau apakah ada penyebaran rudal tambahan Amerika Serikat di Eropa.
Langkah-langkah balasan dari Rusia ini, disebutkan untuk mencari jaminan yang tegas dan mengikat secara hukum dari AS dan NATO bahwa sistem rudal pertahanannya memang tidak bertujuan menargetkan negaranya.
|